Serius Kelola Wisata, Setiap Desa di Kabupaten Malang Harus Miliki Ikon

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat memberikan sambutan dalam kegiatan Peningkatan SDM Pariwisata 2017 (FOTO: SAHRUL HIDAYAH / MALANGTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat memberikan sambutan dalam kegiatan Peningkatan SDM Pariwisata 2017 (FOTO: SAHRUL HIDAYAH / MALANGTIMES)

MALANGTIMES – Sektor pariwisata yang terus menggeliat di Kabupaten Malang mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Bukan hanya objek wisatanya saja yang terus dilengkapi dan dipercantik, namun SDM (sumber daya manusia) yang mengelolanya juga diperhatikan.

Selasa (20/6/2017) pagi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar kegiatan ‘Peningkatan SDM Pariwisata Kabupaten Malang 2017’ untuk membekali para pengelola DTW (Daerah Tujuan Wisata).

Ada sebanyak 200 orang pengelola DTW hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di Taman Wisata Wendit Waterpark ini.

Hadir dalam pembukaan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Drs Sugeng Riyono dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara.

”Kami berharap di setiap desa ada seseorang yang memiliki pemikiran brilian, kreatif dan mau bekerja untuk mengembangkan desanya,” kata Sugeng Riyono.

Dia mencontohkan, sebuah desa yang mampu menjadi ikon di Kabupaten Malang akan mampu menyedot perhatian.

Misalnya desa terbersih atau desa yang masyarakatnya anti rokok (tidak ada yang merokok dalam satu desa).

Keunikan-keunikan inilah yang nantinya mampu menjual dan menjadi daya tarik sehingga bisa menjadi jujukan wisata.

”Jadi tidak usah terlalu ruwet untuk memunculkan ikon sebuah desa. Asal ada ide kreatif dan yang mau mengelolanya secara serius,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna menuturkan hal terpenting dalam menjual potensi wisata terletak pada kreativitas dalam melakukan branding.

Ikon yang disebutkan Sugeng Riyono juga menjadi branding sebuah tempat wisata. Bagaimana ketika masyarakat ingin melihat desa terbersih nantinya melekat pada sebuah desa di Kabupaten Malang.

Ketika masyarakat mencari desa yang sangat menjaga pelestarian budaya tari, lalu tertuju pada desa di Kabupaten Malang.

”Lha ini perlu dipikirkan bersama, tentunya para pengelola DTW yang faham potensi dan pemerintah serius mendampingi,” papar bupati yang menyandang gelar doktor ilmu sosial ini.

Pemerintah Kabupaten Malang, lanjut suami dari Jajuk Sulistyowati ini sudah serius dalam membranding ikon wisata. Itu dibuktikan dengan launching ikon Malang Kabupaten The Heart of East Java di Jakarta beberapa waktu lalu.

”Pemerintah sudah menunjukkan keseriusannya dalam menjual potensi wisata. Kami berharap para pengelola DTW yang dalam hal ini adalah semua lapisan masyarakat aktif dan ikut terlibat dalam pengembangan desa wisata,” tutup pria yang tinggal di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis ini.

Pewarta : Sahrul Hidayah
Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top