Kejahatan Naik, Operasi Ramadniya Kerahkan 187.012 Personil di Wilayah Kabupaten Malang

Kapolres Malang (tengah) dan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat melihat kesiapan apel gelar pasukan operasi Ramadniya 2017 dalam meminimalisir tindak kejahatan di hari puasa dan Idul Fitri mendatang.
Kapolres Malang (tengah) dan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat melihat kesiapan apel gelar pasukan operasi Ramadniya 2017 dalam meminimalisir tindak kejahatan di hari puasa dan Idul Fitri mendatang.

MALANGTIMES - Kejahatan secara umum terus meningkat tiap tahunnya. Terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana perputaran dan penguasaan uang secara pribadi meningkat sangat tinggi. 

Tercatat, kasus kejahatan menjelang lebaran semakin marak di berbagai di daerah, sebut saja Kota Malang yang tertimpa pembobolan toko emas sebanyak 2,5 kilogram di Pasar Terpadu Dinoyo (PTD). 

Dari data kepolisian, kejahatan umum di tahun 2016 naik sekitar 10,98 persen atau 164 kasus dibanding tahun 2015.

Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat juga mengalami kenaikan sebesar 13,89 persen atau 233 kasus di tahun lalu.

Trend kenaikan kejahatan tersebut, membuat orang nomor satu di kepolisian Jenderal Polisi Tito Karnavian lewat amanahnya dalam apel gelar Operasi Ramadniya 2017, menegaskan agar seluruh kepolisian di tingkat daerah atau wilayah untuk fokus pada tiga hal yaitu stabilitas harga pangan, kamtibmas kondusif, keamanan dan kelancaran arus mudik dan arus balik.

Personil gabungan dari kepolisian, K/L, Unsur TNI dan jajaran Pemerintah Daerah akan menjaga operasi Ramadniya ini.

"Tiga perhatian khusus yang diamanahkan oleh Kapolri, siap untuk kita laksanakan di wilayah Kabupaten Malang,"kata AKBP Yade Setiawan Ujung, Kapolres Malang, Senin (19/06).

Amanah Kapolri tersebut, menurut Ujung, Kapolres Malang bertumpu pada Sambang dan Patroli yang secara intensif selalu dilakukan oleh Polres Malang.

"Dalam operasi Ramadniya sambang dan patroli lebih diintensifkan selama 16 hari ke depan,"ujarnya.

Operasi Ramadniya yang akan digelar selama 16 hari dengan titik operasi di terminal, pelabuhan, pemukiman padat penduduk, perbelanjaan, bank, atm, tempat pariwisata serta di daerah-daerah rawan laka dan rawan macet, bertujuan untuk menciptakan keamanan, kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan ibadah puasa dan menjelang lebaran. 

"H-2 dan H+5 operasi Ramadniya akan kita intensifkan, terutama sekali lagi di beberapa titik kumpul masyarakat," kata Ujung yang dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 yang juga dihadiri oleh Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna memberikan penghargaan kepada 10 anggota kepolisian yang telah memberikan sumbangsih jasanya dalam mengabdi kepada masyarakat. 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top