Mengenal Lebih Dekat 5 Desa Wisata Prioritas Kabupaten Malang (2)

Inilah Keunikan Tujuh Pola Bersarung Suku Tengger Ngadas

Sarung adalah identitas Suku Tengger Ngadas dalam kesehariannya. (Istimewa)
Sarung adalah identitas Suku Tengger Ngadas dalam kesehariannya. (Istimewa)

MALANGTIMES - Bersarung atau memakai sarung mungkin terlihat lumrah dalam masyarakat Indonesia. Tapi bagi masyarakat Suku Tengger  Ngadas, bersarung ternyata memiliki istilah dan kegunaan berbeda-beda, selain sebagai pengusir hawa dingin yang memang akrab dengan keseharian mereka. 

Menurut  Ngantrulin, dukun desa Ngadas, dalam beberapa pernyataan yang dirilis berbagai media massa, cara bersarung suku Tengger Ngadas tidak kurang dari 7 (tujuh) pola. "Sekitar itu dan setiap cara bersarung memiliki istilah dan kegunaan sendiri-sendiri dalam kesehariannya," kata Ngantrulin.

Di antara tujuh cara bersarung yang sampai saat ini terjaga dan terus dilaksanakan warga Ngadas adalah kakawung. Kakawung biasanya dipakai saat mereka bekerja. Kain sarung  dilipat dua, kemudian disampirkan ke pundak bagian belakang dan kedua ujungnya diikat jadi satu.

"Kakawung ini dimaksudkan agar bebas bergerak pada waktu ke tempat mengambil air atau ke pasar," ujar Ngantrulin yang menegaskan cara bersarung seperti ini tidak boleh digunakan untuk bertamu dan melayat. 

Cara bersarung Suku Tengger Ngadas kedua adalah sesembong yang dipakai saat bekerja di ladang atau pekerjaan-pekerjaan lain yang memerlukan tenaga lebih besar. Dalam sesembong ini, sarung dilingkarkan pada pinggang kemudian diikatkan seperti dodot (di dada) agar tidak mudah terlepas. 

Sedangkan saat bertamu, Suku Tengger Ngadas memakai cara sempetan, yaitu ujung sarung dilipat sampai ke garis pinggang. 

Menurut Made Arya Wedanthara, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, pola dan cara bersarung Suku Tengger Ngadas yang dilakukan sebagai bagian hidup ini sudah mengundang daya tarik sendiri. "Di sinilah kenapa sejak dulu kita sematkan status desa wisata. Begitu banyak hal menarik yang berasal dari tradisi dan telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari warga Ngadas," ucap Made Arya, Senin (19/06).

Pola lain bersarung Siku Tengger Ngadas adalah kekemul yang dipakai pada saat santai dan sekadar berjalan-jalan. Cara kekemul adalah, setelah disarungkan pada tubuh, bagian atas dilipat untuk menutupi kedua bagian tangannya, kemudian digantungkan di pundak. Agar terlihat rapi pada saat bepergian. mereka menggunakan cara sengkletan. Kain sarung cukup disampirkan pada pundak secara terlepas atau bergantung menyilang pada dada. 

Selain itu, ada dua cara lagi bersarung, yaitu kekodong dan  sampiran. Kekodong sering dijumpai pada saat masyarakat Tengger berkumpul di tempat-tempat upacara atau keramaian lainnya di malam hari . Dengan ikatan di bagian belakang kepala, kain sarung dikerudungkan sampai menutupi seluruh bagian kepala sehingga yang terlihat hanya mata. 

Sedangkan sampiran sering dipakai oleh anak-anak muda Tengger. Kain sarung disampirkan di bagian atas punggung dan di kedua bagian lubangnya dimasukkan pada bagian ketiak dan disangga ke depan oleh kedua tangannya. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
  • Pacu Guru di Malang Menulis Sebulan Satu Buku

    Budaya membaca dan menulis memang belum jadi milik bangsa ini. Tetapi bukan berarti budaya literasi tidak digalakkan. Seperti pemandangan di aula Dinas Pendidikan Kota Malang pada Minggu (21/1/2018). Sekitar 100 guru sekolah dasar (SD) Kota Malang tampak

  • Banleg DPRD Kabupaten Malang: Bukan Soal Kuantitas, tapi Kualitas kalau Bicara Prolegda

    Sebanyak 14 Rencana Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kabupaten Malang tahun 2018 jangan sekadar dilihat segi kuantitasnya saja. Tapi juga wajib dilihat kualitas dan relevansinya terhadap masyarakat Kabupaten

  • Minim Sumbang PAD, Terminal Gondanglegi Rencana Jadi Terminal Wisata

    Keberadaan beberapa terminal di wilayah Kabupaten Malang serupa hidup enggan mati tak mau. Hal ini didasarkan pada kontribusi terminal yang nyaris tidak berfungsi optimal dikarenakan kendaraan umum yang melayani masyarakat dalam kota terbilang sepi aktivi

  • Malang Siapkan Ini untuk Jadi Kiblat Fashion 2018

    Bicara soal mode, Kota Malang mungkin belum setenar ibu kota Jakarta atau Bandung. Tetapi industri fashion Bhumi Arema tak bisa dianggap sebelah mata.

  • Geber Periksa Mantan Ketua DPRD Kota Malang, KPK Incar Tersangka Baru?

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terus mendalami kasus dugaan rasuah perubahan APBD Kota Malang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus yang melibatkan sejumlah pimpinan instansi pemerintahan itu.

  • Janda Satu Anak Pilih Gantung Diri

    Diduga frustrasi, seorang janda beranak satu asal Desa Tawang Rejeni, Kecamatan Turen, mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. Yaitu gantung diri dengan melilitkan kain panjang warna hijau yang biasa digunakan sebagai kudung ke lehernya sendir

  • Tahan Imbang Arema FC, Aji Santoso Senang Pasukan Mudanya Tak Minder

    Raut wajah sumringah ditunjukkan pelatih Persela Lamongan Aji Santoso. Aji senang karena pasukannya mampu menahan imbang Arema FC di Stadion Gajayana. Dia mengacungi jempol bagi para pemain mudanya karena tak minder walaupun harus berduel skuad yang punya

  • 7 Karoseri Ini Mendunia, dari Malang Mendominasi

    Reparasi bodi mobil di luar brand-brand kenamaan bisa dibuat di sebuah karoseri. Karoseri merupakan tempat yang menjual jasa pembuatan bodi mobil beserta interiornya, di atas chassis dan mesin yang diproduksi oleh pabrik lainnya.

  • Cara Menyehatkan Pedagang, Disperindag Kabupaten Malang Adakan Baksos Pengobatan Gratis

    Kabupaten Malang memiliki 34 pasar daerah dengan ribuan pedagang di dalamnya. Keberadaan para pedagang tersebut menjadi aset bagi Pemerintah Kabupaten Malang dalam menggerakkan perekonomian.

  • Inilah Lima Film Nasional Terhits yang Mengambil Lokasi Syuting di Malang Raya

    gai kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya menawarkan banyak keunggulan. Termasuk pernah menjadi bagian dari setting lokasi film-film nasional. Inilah film-film nasional terhits yang pernah mengambil setting lokasi di Malang.

  • Misteri Pantai Goa China, Hati-Hati dengan Yang Nomor Empat

    Pantai Goa Cina merupakan salah satu pantai penuh pesona di Kabupaten Malang. Letaknya ada di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

  • Kelabui Leasing, Warga Batu Ini Palsukan Data Kredit Motor

    Rencana Sutedjo (52), warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, untuk mengelabui petugas leasing dengan cara memalsukan dokumen tak berjalan mulus. Malah Sutedjo diciduk Polres Batu usai menyelidiki kasus tersebut.

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top