Bagas Adi Nugroho Layak Disebut Cannavaronya Indonesia

Stopper muda Arema FC, Bagas Adi Nugroho (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Stopper muda Arema FC, Bagas Adi Nugroho (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

Pemain belakang atau lebih tepatnya stopper biasanya identik dengan postur yang cukup tinggi dan badan yang ideal. Karena dengan memiliki postur yang cukup besar, diharap bisa mudah memotong pergerakan lawan.

Namun hal tersebut tidak berlaku dengan stopper muda potensial yang dimiliki Arema FC, Bagas Adi Nugroho. Ia memiliki cara tersendiri untuk memotong pergerakan lawan.

Pria yang lahir di Yogjakarta pada 8 Maret 1997 ini memiliki tinggi badan 176. Dengan postur yang kurang dari 180, seorang pemain belakang harus mempunyai skill yang bisa menutupi kelemahannya dalam hal tinggi badan.

Bagas dikenal sangat lugas dalam memotong pergerakan lawan. Body balance nya juga cukup bagus ketika duel dengan striker lawan, walau ia kalah postur. Dan juga ia dikenal sering melakukan sleding teckle yang bersih.

Menilik kebelakang, pemain belakang yang mempunyai postur tidak begitu besar adalah Fabio Cannavaro. Ia adalah legenda sepak bola Italia yang dikenal dengan julukan Muro di Berlino atau tembok Berlin.

Cannavaro dulu memang menjadi inti utama dalam menjaga pertahanan klub yang dibelanya, terlebih negaranya. Ia selalu menjadi pilihan utama pelatih dan tak jarang menjadi kapten tim.

Postur yang kurang tinggi tidak menjadi halangan Cannavaro untuk mengamankan pertahanannya. Apalagi striker Eropa yang mempunyai postur yang cukup tinggi dan skill bak freestyler. Namun ia mampu dengan tenang memotongnya.

Kesamaan Bagas dan Cannavaro memang perlu diapresiasi oleh pecinta sepak bola tanah air. Dimana Timnas Indonesia memang butuh sosok stopper yang mampu membuat nyaman kiper untuk menjaga gawangnya.

Selain itu nomor punggung 5 juga identik dengan kedua pemain tersebut.

"Striker-striker yang bermain di Liga 1 ini cukup bagus, tapi saya punya cara tersendiri untuk menghentikan mereka," kata Bagas Adi Nugroho.

Disamping itu, kesibukannya membela Timnas U-22 dalam persiapan menuju Asian Games dan Sea Games membuat ia harus bisa menjaga stamina lebih ekstra agar tidak mudah lelah dan gampang cedera. Apalagi ia juga selalu menjadi pilihan Aji Santoso untuk mengawal pertahanan Arema FC berduet dengan Arthur Cunha Da Rocha.

"Tidak ada kendala fisik yang saya alami setelah membela timnas. Saya selalu berusaha untuk tetap fit agar bisa membela Arema," tutur Bagas.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top