Puisi Pendek (9)

Ilustrasi puisi pendek (istimewa)
Ilustrasi puisi pendek (istimewa)

Puisi Pendek (9)
dd nana


Menyepi di Ragamu


"Padahal yang kuinginkan hanyalah Sekedar mengelus kepalamu Lalu kubiarkan kau pergi lagi. (Yeats)"


- Aku masih puisi dan kau tak lagi sepi. Mari reguk saja sisa kopi semalam ini.


- Pingin mudik lagi ke hatimu, tapi jalanan terlalu penuh dengan derum dan deru. Akhirnya hanya bisa menunggu, lagi


- Takbir di surau-surau, sepi di hatiku. Masih saja aku menunggumu.


- Jemari pasi, hujan dan alun yang tak lagi di fahami. Ah, kau begitu gegas menghapus jejak puisi.


- Segala menyepi. Segelas kopi, beberapa kalimat serupa puisi dan ingatan-ingatan yang mulai pasi. Betapa aku ingin menyepi di ranum ragamu itu.


- Pucuk-pucuk daun jati telah merekah di sini, puan. Walau tidak dengan rindu ini.


- Mungkin, kau masih ingat. Sore dan aduh di bibirmu yang segera ku pungut sebelum menjelma keluh yang langut.


- Yang saling berpagut dalam kemelut. kita, akhirnya harus saling melonggarkan, juga. bukan begitu, cinta?


- Tengoklah, pekarangan yang kita cipta, telah jelma taman- taman dalam cerita. Masih perlukah kita pupuk dengan duka.
Iya ?


- Kita kemas ingatan dengan gegas. Sebentar lagi hujan. Kita tak ingin kembali dengan gigil, saat tiba di rumah masing-masing.


-Jangan batu/Rindu itu alir air yang menyusuri tubuh/Serupa aku yang tak lelah membaca inginmu/Yang kau sembunyikan pada ceruk tergelapmu.


- Lalu aku menyeret kenangan yang terlalu cerewet
Pada lekuk tubuhmu yang maut.


- Kita menepi pada titik yang dianggap paling tepi. Di lembar lain, garis- garis mencairkan diri. Jelma titik kembali.


- Kita adalah diagram yang dilukis jemari hujan. Jemari yang begitu lentik. Hujan yang demikian baik.


- Belum malam, kata- kata masih mencari ceruk terdalam. Dalam sepasang mata yang terbakar Ingatan-ingatan.


- Dan kita siapa saat rindu bertamu. Pada raga yang berlumut waktu.


- Tuhan sedang bermurah hati, meruangkan ingatan-ingatanku begitu lapang. Tentangmu.


- tubuh kita jelma mangkuk-mangkuk bermotif bunga yang menampung butir-butir cinta. mari mengisi lapar kita, bersama.


- aku yang menyalakan bara, kau yang memilah biji-biji rindu untuk di tanak. kita terlalu lapar, bukan?


"Jiwa cinta yang tercenung; ragu-ragu untuk membebaskan diri, akhirnya pergi juga, lembut dan dingin," (vicente alexandre)

 

Editor : Redaksi
Publisher : Raafi Prapandha
  • Pacu Guru di Malang Menulis Sebulan Satu Buku

    Budaya membaca dan menulis memang belum jadi milik bangsa ini. Tetapi bukan berarti budaya literasi tidak digalakkan. Seperti pemandangan di aula Dinas Pendidikan Kota Malang pada Minggu (21/1/2018). Sekitar 100 guru sekolah dasar (SD) Kota Malang tampak

  • Banleg DPRD Kabupaten Malang: Bukan Soal Kuantitas, tapi Kualitas kalau Bicara Prolegda

    Sebanyak 14 Rencana Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kabupaten Malang tahun 2018 jangan sekadar dilihat segi kuantitasnya saja. Tapi juga wajib dilihat kualitas dan relevansinya terhadap masyarakat Kabupaten

  • Minim Sumbang PAD, Terminal Gondanglegi Rencana Jadi Terminal Wisata

    Keberadaan beberapa terminal di wilayah Kabupaten Malang serupa hidup enggan mati tak mau. Hal ini didasarkan pada kontribusi terminal yang nyaris tidak berfungsi optimal dikarenakan kendaraan umum yang melayani masyarakat dalam kota terbilang sepi aktivi

  • Malang Siapkan Ini untuk Jadi Kiblat Fashion 2018

    Bicara soal mode, Kota Malang mungkin belum setenar ibu kota Jakarta atau Bandung. Tetapi industri fashion Bhumi Arema tak bisa dianggap sebelah mata.

  • Geber Periksa Mantan Ketua DPRD Kota Malang, KPK Incar Tersangka Baru?

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terus mendalami kasus dugaan rasuah perubahan APBD Kota Malang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus yang melibatkan sejumlah pimpinan instansi pemerintahan itu.

  • Janda Satu Anak Pilih Gantung Diri

    Diduga frustrasi, seorang janda beranak satu asal Desa Tawang Rejeni, Kecamatan Turen, mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. Yaitu gantung diri dengan melilitkan kain panjang warna hijau yang biasa digunakan sebagai kudung ke lehernya sendir

  • Tahan Imbang Arema FC, Aji Santoso Senang Pasukan Mudanya Tak Minder

    Raut wajah sumringah ditunjukkan pelatih Persela Lamongan Aji Santoso. Aji senang karena pasukannya mampu menahan imbang Arema FC di Stadion Gajayana. Dia mengacungi jempol bagi para pemain mudanya karena tak minder walaupun harus berduel skuad yang punya

  • 7 Karoseri Ini Mendunia, dari Malang Mendominasi

    Reparasi bodi mobil di luar brand-brand kenamaan bisa dibuat di sebuah karoseri. Karoseri merupakan tempat yang menjual jasa pembuatan bodi mobil beserta interiornya, di atas chassis dan mesin yang diproduksi oleh pabrik lainnya.

  • Cara Menyehatkan Pedagang, Disperindag Kabupaten Malang Adakan Baksos Pengobatan Gratis

    Kabupaten Malang memiliki 34 pasar daerah dengan ribuan pedagang di dalamnya. Keberadaan para pedagang tersebut menjadi aset bagi Pemerintah Kabupaten Malang dalam menggerakkan perekonomian.

  • Inilah Lima Film Nasional Terhits yang Mengambil Lokasi Syuting di Malang Raya

    gai kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya menawarkan banyak keunggulan. Termasuk pernah menjadi bagian dari setting lokasi film-film nasional. Inilah film-film nasional terhits yang pernah mengambil setting lokasi di Malang.

  • Misteri Pantai Goa China, Hati-Hati dengan Yang Nomor Empat

    Pantai Goa Cina merupakan salah satu pantai penuh pesona di Kabupaten Malang. Letaknya ada di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

  • Kelabui Leasing, Warga Batu Ini Palsukan Data Kredit Motor

    Rencana Sutedjo (52), warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, untuk mengelabui petugas leasing dengan cara memalsukan dokumen tak berjalan mulus. Malah Sutedjo diciduk Polres Batu usai menyelidiki kasus tersebut.

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top