Pembobolan Toko Emas Pasar Terpadu Dinoyo, Polisi Periksa 7 Saksi

Kasat Reskrim Polresta Malang AKP Heru Dwi Purnomo (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasat Reskrim Polresta Malang AKP Heru Dwi Purnomo (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembobolan Toko emas Barokah di Pasar Terpadu Dinoyo (PTD), Kamis (15/6/2017) membuat polisi ekstra kerja keras.

Dalam penyelidikannya, petugas gabungan Polres Malang Kota dan  Polsek Lowokwaru telah memeriksa 7 orang saksi.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Heru Dwi Purnomo mengungkapkan, petugas sudah memeriksa tujuh orang untuk mengungkap kasus yang menyebabkan kerugian besar tersebut.

"Sebelumnya sudah lima saksi yang kami periksa. Namun hingga Jumat, (16/6/2017) kami telah memeriksa tujuh saksi," tandasnya.

Lanjutnya, pihaknya menduga melihat dari cara kerja para pelaku, mereka adalah kelompok jaringan yang sudah lama beraksi membobol toko.

"Dugaan jaringan lama, terlihat para pelaku sudah profesional. Penyelidikan terus kami lakukan," tutur Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Heru Dwi Kuncoro, Jum'at (16/6/2017).

Selain itu, lanjut Kasat, timnya juga melakukan koordinasi dengan tenaga pengamanan pihak pasar yang notabene  lebih mengetahui kondisi lapangan.

Disinggung apakah ada dugaan keterlibatan oknum pengamanan pasar, Kasat Reskrim belu mau berkomentar tentang hal itu

"Yang pasti tetap kami selidiki, termasuk masyarakat sekitar lokasi akan kami memintai keterangan lebih lanjut," ungkapnya

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah toko perhiasan emas barokah milik pasangan Nur Khuzaini (40) dan Sumarlik (38), warga kawasan Tembalangan, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, 
yang terletak di dalam PTD , Jl. MT Haryono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dibobol maling Kamis 15 Juni 2017.  

Akibatnya, perhiasan seberat 2,5 kg yang terdidirj dari berbagai jenis seperti liontin, kalung, gelang raib dibawa kabur.

Akibat dari kejadian itu, pemilik toko mengalami kerugian hingga Rp 2,5 milyar lebih. Di lokasi sendiri, juga ditemukan sebuah tabung gas tiga kg yang diduga dipergunakan para pelaku untuk mengelas.

Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top