Anak Tukang Tambal Ban Calonkan N1, Nazar Jalan Kaki Malang-Jakarta Ingin Temui Megawati

Ketua Tim 5 PDI Perjuangan Kota Malang (kiri) berjabat tangan dengan calon N1 Wahyu Eko Setiawan usai memberikan formulir pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2018-2023. (foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)
Ketua Tim 5 PDI Perjuangan Kota Malang (kiri) berjabat tangan dengan calon N1 Wahyu Eko Setiawan usai memberikan formulir pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2018-2023. (foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 melalui Tim 5 PDI Perjuangan Kota Malang sudah ditutup pas pukul 00.00 WIB tadi malam.

Terakhir, pada penutupan pendaftaran, ada salah satu calon yang mendaftar sebagai Wali Kota Malang (N1). Dia warga Jalan Kepodang No 21 Kecamatan Sukun bernama Wahyu Eko Setiawan atau yang akrab disapa Sam WES.

Anak tukang tambal ban ini maju mencalonkan N1 (Wali Kota Malang) hanya berbekal tekad dan bernazar akan berjalan kaki dari Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang sampai Jakarta untuk bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Tujuannya ke Jakarta tentu saja untuk mendapat rekomendasi.

"Saya ingin membuktikan untuk mencalonkan N1 mengusung jalan ideologi dengan berjalan kaki 10 Juli nanti mulai dari Kota Malang ke Jakarta untuk bertemu Ibu Megawati," kata pria kelahiran Mojokerto 21 Maret 1981 tersebut, Kamis (15/6/2017) malam.

Pria yang bekerja sebagai koordinator pemulung di wilayah Tunggulwulung ini mengatakan, tekadnya bertemu Megawati lantaran ingin menyuarakan aspirasi politik di Kota Malang serta memohon restu langsung kepada putri Soekarno tersebut untuk menjadi N1.

"Masalah saya ditemui atau tidak sama Ibu Megawati, saya terima. Yang penting, saya sudah membuktikan tindakan dan ini bukan hanya omongan," tandas Sam WES di depan awak media. 

Bermodal tekad dan dukungan penuh dari orang tua dan komunitasnya, dia berambisi mencalonkan N1 hanya bermodal tiga prinsip. Yakni tekad, teman dan kuasa dari Tuhan. "Tiga prinsip itu yang membuat saya berani dan bertekad maju di Pilkada 2018 nanti," ungkapnya.

Disinggung mengapa mendaftarkan diri ke Tim 5 PDI Perjuangan Kota Malang, Sam WES menerangkan bahwa keluarganya memiliki background PDI Perjuangan, terutama ayahnya dulu mantan pengawal Banteng Dwikora di era Soekarno.

Semangat itulah yang akhrnya membulatkan tekadnya untuk mendaftar dan membayar dana gotong-royong sebesar Rp 25 juta.

Berdasarkan pantauan MalangTIMES sampai pukul 00.00 WIB di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, tercatat sudah ada enam kandidat yang mencalonkan diri lewat Tim 5 PDI Perjuangan Kota Malang. Yakni Gandung Nurul Huda, mantan ketua Komisariat GMNI Brawijaya yang mencalonkan N1. Kemudian Daniel Sitepu, pengacara yang juga pengurus DPC PDIP Kota Malang sebagai calon N2. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top