Inovatif, Lima Mahasiswa UM Ini Ciptakan PresToMatik untuk Pembuatan Tahu

Mesin PresToMatik karya mahasiswa UM jika dilihat dari bagian atas (Foto : Istimewa)
Mesin PresToMatik karya mahasiswa UM jika dilihat dari bagian atas (Foto : Istimewa)

Kreativitas kembali dituangkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang. Kreativitas ini hadir dalam bentuk mesin, yaitu mesin PresToMatik.

PresToMatik adalah sebuah mesin cetak dan pres tahu otomatis skala home industry. Maksud dari nama inovasi ini yaitu mesin pres yang bekerja secara otomatis.

Dibawah bimbingan Dr. H. Widiyanti. M.Pd., dosen Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, lima mahasiswa yang terdiri dari Faqih Fadillah (Pendidikan Teknik Mesin 2013), Almira Sifak Fauziah Narariya (Fisika 2014), Ahmad Sanusi (Pendidikan Teknik Mesin 2013), Rosabiela Irfa Andina (Fisika 2014), dan Alfian Widi Rahmawan (Pendidikan Teknik Mesin 2013) ini menciptakan mesin PresToMatik.

Alasan mereka membuat mesin yang telah lolos 10 besar lomba INOTEK Pemkot Malang 2017 bidang agribisnis ini berangkat dari fakta bahwa ukuran tahu hasil produksi home industry konvensional yang tak seragam.

Ketakseragaman ukuran tahu ini memengaruhi tingkat penjualan tahu di pasaran. Jika hal ini terus dibiarkan, maka bukan tak mungkin akan memperburuk kondisi ekonomi home industry tahu. Apalagi MEA sudah diberlakukan di Indonesia.

Di lain sisi, alat yang digunakan selama proses produksi masih konvensional. Batu 15 kg untuk pres tahu dan rotan untuk memotong tahu. Penggunaan rotan yang rentan berjamur dan kotornya tempat produksi tahu membuat produk kurang higienis.

Dengan dimensi 621 x 1615 x 1840 cm, PresToMatik memiliki tiga bagian utama yaitu reservoir sari tahu, mesin pres, dan kompresor.

Cara kerjanya yaitu sari pati kedelai yang telah dimasukkan ke dalam reservoir dialirkan ke wadah penampungan melalui katup di reservoir. Katup ini telah diatur untuk bekerja secara otomatis sesuai volume yang telah ditentukan.

Sensor volume dan waktu otomatis juga ditambahkan dalam mesin ini. Saat sari pati kedelai sudah memenuhi wadah penampungan, silinder pneumatik yang berfungsi untuk mengepres akan turun ke wadah. Lama pengepresan ini berlangsung kurang lebih 10 menit.

“Silinder pneumatik akan mengepres sari pati kedelai dalam wadah penampungan selama kurang lebih 10 menit dengan tekanan 4 bar,” jelas Alfian Widi Rahmawan selaku manufacture engineering dalam proyek ini.

Setelah sekitar 10 menit berlalu, silinder pneumatik akan naik kembali. Wadah cetak tahu pun siap diangkat untuk dilakukan proses selanjutnya, yaitu pemotongan. Setiap satu siklus kerja, mesin ini mampu mencetak tahu selama tiga kali.

Mengingat mesin ini digunakan dalam proses pengolahan makanan, pemilihan bahan pembuatan mesin juga tak sembarangan. Penggunaan stainless steel tipe 201 foodgrade salah satunya.

Selain membuat ukuran tahu menjadi seragam, hadirnya mesin ini juga membantu operator dalam mengoperasikannya. Dimana bentuknya sederhana dan adanya sensor volume dan waktu otomatis.

Pewarta : Almira Sifak Fauziah Narariya
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
  • Alokasikan Rp 1 Miliar, Dinsos Kabupaten Malang Kuatkan Program Bantuan Penderita Cacat

    Data 2015 yang tercatat di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang, penderita atau penyandang cacat (paca) sebanyak 11.997 orang. Para paca ini tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Malang dengan berbagai kasus yang dideritanya. Semisal tunarungu, tunanet

  • Komunitas Patrol Se-Malang Raya Rayakan HUT Kemerdekaan

    Komunitas patrol pun tak ketinggalan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Republik Indonesia. Kereta Musik Putra Naga sebuah komunitas patrol pertama di Kota Malang menggelar tasyakuran dan gebyar seni di Lapangan Gudang Jalan Putra Yudha Sukun Malang,

  • Toyota Masih Sangat Percaya Diri Hadapi Pesaing di Kelas MPV

    Di antara berbagai segmen yang ada, Mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) adalah produk paling laku di Indonesia. Beberapa pabrikan, mengisi segmen ini dengan berbagai keunggulan. Namun tetap, produk terlaris masih dikuasai Toyota Avanza.

  • Musim Karnaval, Agar Tak Terkena Macet Simak Jadwal Berikut

    Pada 19 Agustus jadwal karnaval di Kalirejo - Kalipare, Plaosan - Wonosari, Kec. Kalipare, Rejosari - Bantur, Sitiarjo - Sumawe, Kanigoro - Pagelaran Peniwen - Kromengan, Bedali/Sukorejo - Gondanglegi, Sengguruh - Kepanjen.

  • Desain Simpel, Produk Lokal Ini Jadi Favorit Cewek Malang

    Ngomongin soal produk fesyen biasanya anak muda cenderung gengsi pakai produk dalam negeri. Eits, enggak semua kawula muda menyukai produk luar negeri kok. Buktinya cewek-cewek di Malang ini.

  • Mahasiswi Baru Jurusan Seni, Nih Gaya Nyentrik ke Kampus ala Desainer Malang

    Halo mahasiswa! Masih soal gaya busana untuk kamu yang baru memasuki dunia kampus nih. Kalau sebelumnya kita bahas gaya kasual buat mahasiswi jurusan bahasa dan sastra, nih giliran kamu anak seni.

  • DPRD Kota Malang Sahkan Dulu Perda Kenaikan Gaji, Lainnya Menunggu

    Proses legislasi di DPRD Kota Malang baru berjalan kembali akhir minggu ini. Setelah selama dua minggu terbengkalai akibat proses penyidikan tim antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),

  • Gethuk Sebut Semua Pemain Arema Terbaik

    Pemain Arema FC bermain cukup baik pada laga melawan Persiba Balikpapan, Jum'at (18/8/2017) sore kemarin. Namun pelatih Joko 'Gethuk' Susilo tidak mau menentukan siapa pemain terbaik di dalam skuadnya. Ia berdalih seluruh pemain mampu menunjukkan yang ter

  • Yakin Tidak Bersalah, PKB Tetap Usung Abah Anton pada Pilwali 2018

    Peta politik jelang Pilkada Kota Malang memang belum jelas terlihat akan dimenangkan oleh siapa. Hanya saja, beberapa indikasi kecenderungan partai dengan siapa mereka akan melakukan koalisi perlahan mulai muncul ke permukaan.

  • Giliran Aurel Anang Hermansyah Buka Usaha Kuliner di Malang

    Kota Malang rupanya menjadi magnet tersendiri bagi artis ibu kota untuk membuka bisnis kuliner. Setelah Teuku Wisnu dengan Malang Studel dan Farah Quinn dengan Queen Apple, kini giliran Aurel Hermansyah, putri sulung penyanyi Anang Hermansyah, yang mencob

  • Pasca Digerebek KPK, akankah Peta Politik Pilwali Malang 2018 Kembali ke Titik Nol??

    Penggerebekan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pemkot Malang pada Rabu (9/8/2017) lalu bak petir menyambar yang membuat semua orang di Kota Pendidikan ini terperanjat.

  • Paskibra Asal Malang Ini Manis dan Trendi, Siapa Dia?

    Nanda Glory Kristalia. Gadis asal Malang itu pernah merasakan haru dan bangga kala dipercaya sebagai pembawa bendera Merah Putih. Ia bertugas sebagai Paskibra Kota Malang pada 2014 silam.

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top