Mencari Wali Kota Malang yang Tulus (3)

Siapkan Diri Hadapi Pertempuran, Abah Anton Mengaku Mulai Tata Tim Pemenangan

Calon Wali Kota Malang Incumbent, HM Anton (Foto : Imam Syafi
Calon Wali Kota Malang Incumbent, HM Anton (Foto : Imam Syafi'i/MalangTIMES)

MALANGTIMES – Calon Wali Kota Malang incumbent, HM Anton tampaknya tidak mau berleha-leha menghadapi pertempuran politik jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2018 mendatang.  

Mulai saat ini, Abah Anton, sapaan akrab Calon Wali Kota Malang Incumbent, HM Anton mengaku sudah mulai menata tim pemenangan yang nanti akan membantunya secara penuh memenangkan kembali perebutan kursi empuk Wali Kota Malang priode 2018 – 2023.

Hal ini ia lakukan karena Pilwali Malang 2018 dipastikan akan seru setelah muncul sejumlah tokoh potensial pesaingnya yang juga siap merebut kursi nomor 1 di Pemkot Malang ini.

Di antaranya, muncul nama Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Dr Muhammad Bisri. Tokoh yang terkenal kalem dan santun ini digadang-gadang akan menjadi pesaing terberat calon wali kota incumbent, Abah Anton.

Belum lagi munculnya tokoh lain seperti Anggota DPR RI dari Gerindra, Moreno Soeprapto, Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari, Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono hingga nama artis Anang Hermansyah juga ramai menjadi perbincangan publik Kota Malang.

“Persiapan-persiapan menghadapi pesta demokrasi di Kota Malang 2018 memang harus segera dilakukan. Partai lain juga pasti melakukan hal yang sama. Apalagi, tahapan Pilwali akan dimulai September mendatang,” jelas Abah Anton menanggapi pertanyaan seputar persiapannya menghadapi Pilwali 2018 saat ditemui MalangTIMES di ruang kerjanya, Jumat (19/5/2017).   

Saat ini, lanjut Abah Anton, dirinya sedang fokus menyeimbangkan peran dan fungsinya baik sebagai wali kota maupun sebagai Ketua DPC PKB Kota Malang.

Khusus tim pemenangan di internal PKB, Abah Anton mengaku sudah menata hingga ke tingkat ranting .

Sementara, Abah Anton juga percaya bahwa kesuksesan memenangkan pertarungan politik pada Pilwali 2018 merupakan kerja kolektif yang sulit dilakukan hanya dengan mesin politik satu partai saja.

Oleh karena itu, pihaknya sedang membuka komunikasi dengan beberapa pimpinan partai untuk menjajal kemungkinan melakukan koaliasi.

"Beberapa hari lalu para pimpinan partai sudah bertemu dengan saya. Sementara ini sekadar ngobrol yang bersifat normatif saja. Karena di internal PKB terus terang belum membahas sejauh itu, termasuk masalah koalisi partai. Yang terpenting sekarang bagaimana menyelesaikan program pemerintahan disisa kepemimpinan saya ini,” beber Abah Anton.

Abah Anton juga mengaku sekarang ini masih fokus  menyelesaikan beberapa ‘pekerjaan rumah’ (PR) disisa masa jabatannya. 

"Kami masih ingin menuntaskan penyelesaian beberapa problem klasik di Kota Malang seperti banjir, kemacetan, dan pengangguran. Memang diawal kepemimpinan saya dulu banyak tantangan dan hambatan dalam merealisasikan pembangunan. Tapi saya waktu itu optimis program pelayanan publik berjalan sesuai rencana," tuturnya.

Partai apa saja yang kemungkinan besar menjadi rekan koalisi? Abah Anton menegaskan akan berkoalisi dengan partai apa saja yang penting memiliki visi dan misi yang sejalan dengan partai yang sedang diembannya.

"Kami sudah bertemu dengan Partai Golkar, Demokrat, dan PDI Perjuangan. Tapi terus terang mereka belum tentu memiliki visi-misi yang sama dengan saya dan PKB. Koalisi memang harus dilakukan karena PKB hanya memiliki 6 kursi. Padahal, syarat dukungan minimal partai dan gabungan partai politik adalah 9 kursi. Jadi,masih kurang 3 kursi,” tegas Abah Anton.

Disinggung terkait sosok pemimpin seperti apa yang dibutuhkan masyarakat Kota Malang, Abah Anton menjawabnya secara normatif yakni sosok yang mampu melayani dan menyejahterakan masyarakat.

 

Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top