Momen Penutup Capacity Building BKKBN Jatim, Latih Soft Skill Kader Lewat Outbond

Suasana pemberian materi pada kegiatan peningkatan Capacity Building dan Jambore, Kamis (18/5/2017) lalu di Hotel Selecta, Batu. (Foto: Aditya Fachril Bayu/MalangTIMES)
Suasana pemberian materi pada kegiatan peningkatan Capacity Building dan Jambore, Kamis (18/5/2017) lalu di Hotel Selecta, Batu. (Foto: Aditya Fachril Bayu/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hari terakhir Capacity Building bagi pengelola, kader, dan Penyluluhan Keluarga Berencana (PLKB) serta Jambore Ajang Kreativitas Provinsi Jawa Timur 2017 ditutup dengan kegiatan outbond. 

Rangkaian kegiatan yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur di Hotel Selecta Kota Batu, Sabtu (20/5/2017) ini bertujuan mengasah kreativitas dan kekompakan para kader yang hadir.

Selain itu kegiatan ini bertujuan mengasah kepekaan peserta khususnya saat berhadapan pada realitas sosial di sekitarnya.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS PK), Dra Suhartuti MM menjelaskan kegiatan semacam ini memang diperlukan untuk mengasah soft skill kader.

"Kader-kader ini merupakan ujung tombak dalam melakukan pembinaan di lapangan sehingga mereka perlu diasah kemampuannya," terangnya. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala BKKBN Jawa Timur Koeshindarwito. Dibentuknya Kader Kelompok Pembangunan Keluarga (KKPK) ini,menurutnya, tidak lain untuk mengasah kemampuan kader.

Sayangnya masih banyak kabupaten/kota yang tidak menghiraukan program BKKBN ini.

"Banyak daerah yang tidak merespon. Padahal ini bisa dijadikan model pembinaan nantinya,"ujar pria yang akrab disapa Koes ini.

Koes menegaskan, inti dari BKKBN sesungguhnya adalah kesejahteraan keluarga. Kesejahteraan itu, lanjut Koes, dapat dilihat dari ketahanan kesehatan. Termasuk menghadirkan pendidikan yang setara dan berdaya saing.

"Itu kemudian menjadi tolak ukurnya indeks pembangunan manusia (IPM). Sesuai dengan harapan Gubernur Jawa Timur Pak De Karwo, IPM Jatim harus terus meningkat. Sebab daerah lain banyak yang sudah berhasil," terangnya.

"Faktanya kita masih banyak yang putus sekolah, pernikahan dini juga masih marak, kematian ibu melahirkan juga masih tinggi khususnya di daerah tapal kuda,"imbuh Koes.

Jika dirata-rata hingga hari ini IPM Jawa Timur masih menduduki peringkat ke 15 secara nasional.

"Faktor itu yang masih pelan-pelan harus kita perbaiki," tandas Koes.

Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top