Setelah Berhasil Terapkan Zero Accident, Pemkab Malang Targetkan Sukses Zero Conflick

Tiga dari kiri. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo bersama perwakilan perusahaan peraih gelar zero accident dan LKS Bipartit skala Provinsi Jatim 2017 (Nana/MalangTIMES)
Tiga dari kiri. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo bersama perwakilan perusahaan peraih gelar zero accident dan LKS Bipartit skala Provinsi Jatim 2017 (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sembilan perusahaan di wilayah Kabupaten Malang telah berhasil memborong penghargaan bergengsi Zero Accident atau nol kecelakaan di tahun 2017. 

Kini, Pemerintahan dibawah kepemimpinan Dr Rendra Kresna melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang mulai intensifkan program zero conflick.

"Zero accident bisa dikatakan sudah terselesaikan oleh perusahaan di sini, bahkan penghargaannya tidak hanya sekali dua kali bagi mereka. Kini saatnya menyasar zero conflick," terang Yoyok Wardoyo, Sabtu (20/5/2017) melalui pesan  whatsapp (WA) kepada MALANGTIMES.

Walau zero conflick di wilayah industri Kabupaten Malang juga bisa dikatakan tidak terjadi, kemungkinan gesekan antara karyawan, buruh dan perusahaan atau dengan masyarakat, tidak bisa diabaikan.

Kepentingan ekonomi selalu menyimpan magma yang setiap saat bisa saja meletus. Sejarah telah mencatatnya, dari Revolusi Industri Eropa, zaman kolonial Belanda sampai pada kompleksitas industri masa kini.

"Acuan kita di situ. Hal sekecil apapun dalam hubungan industri menjadi wajib kita kelola agar tidak sampai terjadi konflik. Ini komitmen kami," tegas Yoyok yang juga menyampaikan kondusifitas yang baik dan berjalan harmonis di Kabupaten Malang merupakan faktor utama nihil atau minimnya konflik dalam industri.

Harapan Disnaker Kabupaten Malang dengan adanya penerapan zero conflick secara berkelanjutan, selain sebagai upaya melengkapi keberhasilan muti zero di perusahaan yang ada, juga sebagai bentuk kepedulian Pemkab. Malang terhadap warganya.

Nihilnya konflik industrial antara karyawan dan perusahaan atau perusahaan dengan masyarakat, mencerminkan hubungan industrial tercipta saling menguntungkan dan seimbang.

Sisi lain, Pemkab. Malang sebagai pengemban amanah masyarakat dalam konteks zero konflick ini juga telah melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

"Jadi simbiosis mutualisme. Contohnya Pemkab.telah menetapkan UMK (Upah Minimum Kabupaten) sebagai amanah yang diembannya dari warga yang dipatuhi perusahaan," terang Yoyok yang juga mencontohkan perusahaan juga terus mengeluarkan dana sosial masyarakat atau CSR bagi kepentingan masyarakat sekitar lokasi perusahaan.

"Hal-hal ini kalau macet yang akan menimbulkan konflik. Alhamdulillah di Kabupaten Malang semua berjalan walau mungkin belum bisa dikatakan sempurna,"ujar Yoyok.

Dikesempatan yang sama, Yoyok juga berharap bahwa apa yang telah diraih oleh perusahaan selama ini, terus ditingkatkan dan menjadi lebih baik serta memotivasi perusahaan lainnya untuk maju bersama-sama.

"Ini harapan kita semua, bahwa semuanya demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang," pungkas Yoyok.

Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top