4 Tahun Berdiri, Kantin Kejujuran SDN 04 Panggungrejo Kuatkan Pendidikan Karakter Siswa

Mahmudi, guru Kelas VI SDN 04 Panggungrejo, Kepanjen saat memperlihatkan kondisi ruangan kantin kejujuran yang telah berdiri dan berjalan selama sekitar 4 tahun lebih ini, Sabtu (20/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Mahmudi, guru Kelas VI SDN 04 Panggungrejo, Kepanjen saat memperlihatkan kondisi ruangan kantin kejujuran yang telah berdiri dan berjalan selama sekitar 4 tahun lebih ini, Sabtu (20/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Konsep kantin kejujuran yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2007 lalu, nasibnya bisa dibilang mati tidak hidup pun segan.

Banyak institusi, baik swasta maupun pemerintahan mencoba betamai-ramai membukanya, tetapi hasilnya banyak yang gulung tikar. Contohnya, kantin kejujuran yang ada di sekolah.

Tapi tidak dengan kantin kejujuran di Sekolah Dasar Negeri 04 Panggungrejo, Kepanjen, Kabupaten Malang ini. Berdiri sekitar 2013 dan dicetuskan secara bersama-sama oleh pihak sekolah, kantin kejujuran yang terletak disamping sanggar kesenian siswanya ini terus bertahan.

"Alhamdulillah sudah hampir 4 tahun lebih kantin kejujuran kami berdiri dan terus beraktivitas," kata Mahmudi, guru Kelas VI SDN 04 Panggungrejo, Kepanjen, Sabtu (20/05) kepada MALANGTIMES.

Menurutnya, rentang waktu 4 tahun, mungkin masih belia dalam hitungan usia, tetapi efeknya sangat besar bagi pendidikan karakter siswa-siswi yang berjumlah 400 orang ini. Terutama dalam mengenalkan kejujuran sejak dini kepada anak-anak tersebut.

"Lewat kantin kejujuran, anak-anak dibiasakan membeli jajan sekolahan dengan mengutamakan kejujuran mengambil dan membayar makanannya," ujar Mahmudi.

Kantin kejujuran yang bermodalkan transaksi yang bersandar pada rasa saling percaya dan menumbuhkan perilaku jujur sejak dini, dirasa efektif dan ampuh bagi siswa sekolah.

Ini modal besar bagi generasi penerus Indonesia sekaligus mematahkan anggapan korupsi telah membudaya. "Karena korupsi sejatinya bukan kultur Indonesia, tetapi karena hilangnya kepedulian," imbuh Mahmudi.

Dia menyampaikan juga, Kantin Kejujuran di SDN 04 Panggungrejo masih belum lama berjalan, jadi masih terus dalam pengembangan menguatkan pendidikan perilaku jujur kepada siswanya. "Belum bisa dilepas secara penuh dalam transaksinya, terutama bagi siswa kelas 1 dan 2 yang belum begitu faham konsep uang," terangnya.

Dalam transaksi di kantin kejujuran yang menjual makanan dan minuman dengan harga Rp. 500 per menunya ini, masih ditunggui oleh pengurus kantin. Hal ini bukan untuk mengawasi, tetapi lebih untuk mengarahkan siswa kelas 1 dan 2.

"Untuk siswa lainnya sudah berjalan sendiri. Mereka ambil makanan, uangnya ditaruh langsung sesuai harga," ucap Mahmudi yang menunjukkan menu dan harga makanan yang ditulis dalam banner.

Empat tahun keberadaan kantin jujur yang juga mengusung makanan bebas 5 P (Pengawet, Pemanis, Pewarna, Pengenyal, Penyedap) ternyata telah membuat siswa SDN 04 Panggungrejo terbiasa mengaplikasikan kejujuran dalam bertransaksi di kantin.

"Harapan kami tidak muluk-muluk dengan adanya kantin ini, yaitu memberi pelajaran perilaku jujur dalam lingkup kecil. Kalau terus dilakukan sampai mereka lulus, saya yakin perilaku ini akan dibawanya terus," terang Mahmudi.

Selama masih ada kantin kejujuran yang berhasil bertahan atau bahkan berkembang, Indonesia masih punya modal untuk memperbaiki mentalitas bangsa. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan, gerakan antikorupsi tidak melulu harus besar dan gebyar. Justru yang diperlukan adalah daya tahan agar kultur antikorupsi terbentuk sempurna yang dimulai dari hal dan lingkup kecil, seperti yang dicontohkan oleh SDN 04 Panggungrejo, Kepanjen ini.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top