Parade Budaya Nusantara, 42 Organisasi Daerah Mahasiswa Unitri Unjuk Kesenian

Para peserta Parade Budaya Nusantara ke-4 Unitri menampilkan pakaian adat dan kesenian budaya dari masing-masing daerah (foto : Imam Syafii/ MalangTIMES)
Para peserta Parade Budaya Nusantara ke-4 Unitri menampilkan pakaian adat dan kesenian budaya dari masing-masing daerah (foto : Imam Syafii/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sekitar 42 Organisasi Daerah (Orda) mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menampilkan beragam pakaian dan kesenian adat daerah mulai Sabang hingga Merauke yang dikemas dalam pawai Parade Budaya Nusantara.

Terlihat para peserta pawai menampilkan pakaian adat sesuai tempat daerah asalnya sembari berjalan sektar 5 kilometer mulai Kampus Unitri menyusuri perkampungan warga di wilayah Kecamatan Lowokwaru.

Antusias peserta parade budaya sangat tinggi, bahkan penampilan mereka mengundang apresiasi dari warga sekitar yang melihatnya.

Salah satunya mahasiswa asal Kalimanatan menampilkan pakaian adat Kalimantan yang terkenal dari kulit pohon dan tarian Dayak. Lalu, dari Papua menampilkan pakaian adat Koteka, mahasiswa asal Maluku mengenakan baju adat perang, NTT pakaian khas tenunan.

Tak hanya itu saja, mahasiswa asal, NTB, Flores, Sumba, Sumbawa dan Madura juga menampilkan kreasi tarian dan pakaian adat yang memperkenalkan masing-masing daerahnya.

Aksi para peserta tersebut dikemas dalam Pawai Budaya Nusantara ke-4 untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang didukung oleh Pusat Studi dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan (Pusdibwasbang) Universitas Tribhuwana Tunggadewi. 

Acara yang digelar mulai (20-21/5/2017) ini diisi dengan acara parade budaya nusantara, sarasehan kebangkitan nasional yang mengusung tema NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 'Tolak Khilafah' yang dihadiri narasumber Dr. Ir. H. Akbara Tandjung, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa dan Bambang Budioni bersama Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jawa Timur yang digelar di GOR Unitri.

Kemudian turut hadir, Afi Nihaya Faradisa Siswi Kelas III SMA Negeri 1 Gambiran, Banyuwangi yang sekarang viral di media sosial dengan menulis status di Facebook yang sangat kritis. Diantaranya berjudul 'Kualitas suatu negara dinilai dari rakyat dan toiletnya'. Bahkan tulisannya berjudul 'Warisan' yang mendapat 30 ribu lebih like sempat membuat akunnya dibekukan.

Kemudian acara malamnya dilanjutkan dengan pertunjukan pentas budaya nusantara yang digelar di halaman Kampus Unitri.

Presiden Mahasiswa Unitri, Edoardus Koisin mengatakan acara parade budaya ini bertujuan untuk saling mempersatukan mahasiswa Unitri yang berlatar belakang dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kami tidak ingin terjadi gesekan terhadap mahasiswa yang belajar di Unitri membedakan ras, agama, budaya dan adat istiadat. Kami semua di sini sama menjunjung nilai Pancasila dan menumbuhkan rasa Kebhinekaan Tunggal Ika," kata Edoardus kepada MalangTIMES, Sabtu (20/5/2017).

Dia berharap, agenda tahunan ini mampu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan mahasiswa Unitri dalam menciptakan rasa persaudaraan, kebersamaan demi menciptakan bangsa Indonesia yang damai dan sejahtera.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top