Rumput Liar Tumbaran dari Pujon Ini Goda Lidah Bupati Malang Rendra Kresna

Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna saat melihat dan mencicipi berbagai menu makanan berbahan lokal Kabupaten Malang dalam Lomba Cipta Menu, beberapa waktu lalu (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna saat melihat dan mencicipi berbagai menu makanan berbahan lokal Kabupaten Malang dalam Lomba Cipta Menu, beberapa waktu lalu (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Bila biasanya rumput pengganggu tanaman dibasmi, tidak demikian dengan rumput tumbaran di Pujon. Berkat kreativitas para ibu PKK Kecamatan Pujon rumput tumbaran disulap menjadi makanan nikmat dan bergizi.

Menu makanan santap siang berbahan dasar rumput liar yang melimpah tumbuh di wilayah Pujon itu mereka pamerkan kepada Bupati Malang, Rendra Kresna belum lama ini dalam ajang Lomba Cipta Menu.

Makanan unik tersebut mereka namai Tumis Sayur Sido Pekso (Miso Siso). Tumis ini diolah dengan berbagai bahan lokal lainnya. Tumbaran bisa dijadikan menu utama atau pelengkap dari urab-urab, sayuran, lalapan dan jenis menu makanan lainnya.

"Tumbaran banyak tumbuh liar di Pujon, ternyata saat kita teliti dan olah menjadi menu makanan, rasanya enak dan bisa digabung dengan bahan lainnya," kata Dania Wardhani, salah satu anggota PKK Pujon, Sabtu (20/05).

Ia menambahkan walau masih ada rasa pahit sedikit dalam olahan tumbaran, tetapi saat diracik dengan sempurna menghasilkan cita rasa yang unik dan tentunya enak. Rasa pahitnya memang tersisa tetapi tidak terlalu kentara, bahkan malah melengkapi cita rasa masakan.

Tidak disangka, ternyata makanan yang disuguhkan cantik dalam buah nanas yang telah dibuang dagingnya ini mampu menggoda lidah Bupati Malang untuk mencicipi dan menikmati sensasi kenikmatannya.

"Betapa kayanya kita dengan berbagai bahan lokal yang disulap dengan kreatif menjadi makanan yang tidak kalah dengan masakan berbahan import," ungkapnya kepada MALANGTIMES, beberapa waktu lalu saat masyarakat Kabupaten Malang memamerkan kreasinyanya mengolah menu makanan dan minuman berbahan dasar lokal yang melimpah di wilayahnya.

"Saatnya kita kembali kepada makanan dan minuman berbahan lokal yang tumbuh melimpah di sini. Selain akan menggairahkan kreativitas masyarakat dalam kuliner juga bisa mendukung gerakan pengentasan kemiskinan, pariwisata dan lingkungan hidup," kata Rendra Kresna.

Karena itulah Rendra pun akan kembali membudayakan konsumsi makanan lokal dalam setiap jamuan acara Pemerintahan Daerah.

Kuliner sebagai bagian denyut budaya masyarakat, bukan sekedar alat pengenyang perut semata, tetapi telah bermetamorfosis sebagai identitas asli kekayaan masyarakat lokal. Berbagai daerah berlomba menciptakan identitasnya melalui kuliner sebagai daya tarik kekayaan masyarakat yang diperkenalkan sampai mancanegara.

Kabupaten Malang yang melimpah dengan tradisi kuliner dengan bahan lokal yang tumbuh di tanah suburnya, tinggal mengemasnya dan memperkenalkan secara kontinyu dalam berbagai acara. Sang Pemimpin Rendra Kresna telah menyampaikan pesan kuat kepada seluruh jajarannya dan masyarakat atas kekayaan kuliner Kabupaten Malang. Saatnya bertindak, membudayakan dan terus berinovasi dalam mengolah berbagai bahan makanan lokal ini dalam menunjang tiga program besar Kabupaten Malang.

Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top