Rentan Penyakit, SDN 04 Panggungrejo Kepanjen Akan Dipindah

Suasana saat murid-murid SDN 04 Panggungrejo Kepanjen pulang sekolah di lokasi yang langsung berhadapan dengan jalan raya Panji ditengarai rawan kecelakaan, Jum
Suasana saat murid-murid SDN 04 Panggungrejo Kepanjen pulang sekolah di lokasi yang langsung berhadapan dengan jalan raya Panji ditengarai rawan kecelakaan, Jum'at (19/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Panggungrejo Kepanjen sebagai sekolah rujukan nasional dengan berbagai prestasi yang telah diraihnya, diwacanakan akan segera dipindah lokasinya karena siswanya rentan terserang penyakit.

Lokasi SDN 04 Panggungrejo Kepanjen saat ini bersanding dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan. Lokasi inilah yang menurut Bupati Malang tidak baik bagi sekolah karena menjadi rentan kesehatan bagi siswa SDN 04 Panggungrejo.

"Anak seusia SD kekebalannya masih rentan kalau terpapar penyakit. RS itu kan tempatnya orang sakit," kata Dr. Rendra Kresna saat mengkonfirmasi wacana adanya pemindahan lokasi sekolah tersebut.

Selain itu, terletak tepat di pinggir jalan Panji Kepanjen yang ramai kendaraan, SDN 04 Panggungrejo dinilai semakin membahayakan para murid, terutama saat jam pulang sekolah.

Jamak ditemui, kendaraan roda dua dan empat milik wali murid yang akan menjemput anaknya pulang sekolah, berebut jalan dengan para pengendara lainnya yang mempergunakan ruas Jalan Panji yang dipakai dua arah ini.

"Kalau macet ya biasa, mas. Jalannya kecil, dua arah lagi. Ditambah dulu dengan adanya pedagang kaki lima. Jadi pas pulangnya anak sekolah, ya macet," kata Suryani yang sedang menunggu anaknya pulang, Jum'at (19/05).

Dua alasan utama yaitu keselamatan anak sekolah dan kesehatannya menjadi fokus khusus lahirnya wacana pemindahan. Tentunya, selain secara regulasi kedua kondisi ini memang telah diatur secara jelas dan dilarang.

Bab VIII Tentang Standar Sarana dan Prasarana, Pasal 44 ayat (5) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 dan dirubah menjadi PP No. 13 Tahun 2015, menyatakan, standar letak lahan pendidikan mempertimbangkan keamanan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan.

Diperkuat dengan adanya Peraturan Menteri Pendidikan No. 24/2007 tentang Standar Sarana Prasarana Untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA yang secara intinya lahan, baik luasan maupun persinggungannya tidak secara langsung atau tanpa jarak dengan ruas jalan, tepi sungai, tepi pantai, jalan kereta api, dan/atau jaringan tegangan tinggi.

"Jadi secara regulasinya seperti itu. Untuk masalah perpindahan nanti dibicarakan lagi," kata Rendra yang menambahkan bahwa wacana perpindahan sekolah juga dikarenakan adanya kebutuhan ruang dalam pelayanan kesehatan daerah.

"Lahan untuk pelayanan kesehatan daerah di sini sudah mentok, tidak bisa lagi dilakukan perluasan. Luas lahan RSUD Kanjuruhan hanya 5,5 hektar," ucapnya.

Di tempat berbeda, MALANGTIMES mewawancarai pihak SDN 04 Panggungrejo Kepanjen atas lahirnya wacana perpindahan tersebut. Mahmudi, Guru SDN 04 Panggungrejo, saat ditanya mengenai masalah itu belum mengetahuinya.

"Wah, saya tidak mengetahuinya, mas. Mungkin Kepala Sekolah (Kasek) yang tahu," ujarnya saat ditemui di SDN 04 Punggungrejo.

Tetapi, saat itu Kasek sedang tugas luar kota, maka Mahmudi yang tidak mengetahui wacana tersebut hanya menyampaikan masalah perpindahan adalah wewenang Pemerintah Daerah (Pemda).

Mengenai permasalahan keamanan atau keselamatan dan kesehatan murid SDN 04 Panggungrejo yang totalnya berjumlah 400 siswa ini, dia mengatakan tidak pernah ada kejadian yang menyangkut hal tersebut.

"Macet pas pulangan sekolah ia, tapi alhamdulillah tidak pernah terjadi kecelakaan. Ada petugas yang dampingi anak-anak saat pulang," ujar Mahmudi.

 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top