Bupati Malang Rendra Kresna: Pantang Tolak Warga Miskin Berobat

Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna saat menyampaikan secara tegas kepada RSUD agar tidak menolak warga miskin yang butuh pengobatan dan memberatkannya dengan berbagai hal administrasi, Jum
Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna saat menyampaikan secara tegas kepada RSUD agar tidak menolak warga miskin yang butuh pengobatan dan memberatkannya dengan berbagai hal administrasi, Jum'at (19/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Seluruh pelayan rumah sakit pantang untuk menanyakan masalah administrasi terlebih dahulu, yang wajib adalah layani dan obati pasien sampai sembuh. Begitulah tegas Dr. Rendra Kresna Bupati Malang kepada seluruh penyelenggara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kepanjen, Jum'at (19/05).

Pernyataan Rendra tersebut disampaikan sebagai bentuk kepeduliannya kepada warga yang tidak beruntung secara ekonomi yang membutuhkan pelayanan pengobatan RS. Bisa jadi pasien tersebut juga tidak terback-up oleh berbagai program kesehatan pemerintahan, seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Jangan tolak warga miskin berobat. Layani dulu sebelum bertanya hal-hal administrasi," tegas Dr. Rendra Kresna.

Walaupun permasalahan yang disampaikan sudah tidak lagi terjadi di wilayah Kabupaten Malang, tetapi anjuran Bupati Malang ini menjadi relevan dengan kondisi di dalam dunia kesehatan, terutama RS.

Ribetnya administrasi bagi warga sakit yang tidak tercover KIS saat membutuhkan pelayanan, sampai pada tindakan tenaga kesehatan yang masih mendahulukan urusan administrasi daripada penanganan si sakit, masih marak diberitakan media massa.

"Saya yakin di RSUD Kanjuruhan ini tidak terjadi hal seperti itu," kata Rendra Kresna.

Keyakinan Rendra Kresna didasarkan kepada raihan RSUD Kanjuruhan yang menginjak usia ke-50 ini dan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 sebagai bukti manajemen RS yang sesuai dalam melayani masyarakat.  

ISO 9001 merupakan sertifikasi yang berorientasi pada layanan pelanggan dan standar manajemen mutu yang diadopsi pada tahun 2000 oleh International Organization for Standardization (ISO).

Menurut standar ini, sebuah organisasi harus menunjukkan kemampuan untuk memenuhi atau melampaui kepuasan pelanggan dalam hal fungsi produk, kualitas, dan kinerja. 

Singkatnya, standar ISO 9001 memastikan bahwa organisasi menawarkan produk-produk berkualitas sekaligus mendorong dan bertindak atas umpan balik pelanggan, pengguna akhir, dan badan pengatur.

Dalam konteks RSU sebagai pusat pelayanan kesehatan umum, penghargaan ISO 9001:2015 tidak sekedar didasarkan pada kepuasaan pelanggan dalam konteks bisnis, tetapi  juga dalam ranah pelayanannya sebagai unit kesehatan masyarakat yang tidak sekedar 'berbisnis' semata.

"Dengan kiprahnya ini kami juga memberi penghargaan sebagai role model penyelenggaraan pelayanan publik kategori A kepada RSUD Kanjuruhan," ujar politisi NasDem ini.

Rendra juga yakin dengan sertifikat ISO tersebut, RSUD Kanjuruhan mendapatkannya karena hasil kerja keras seluruh penyelenggaranya. Dia mencontohkan bahwa pernah mengecek secara langsung salah satu program Jari Mas RSUD Kanjuruhan, dan program tersebut berjalan dengan baik.

"Selain itu saya tanya pimpinannya tentang hal itu, beliaunya faham betul. Padahal tak jarang biasanya pimpinan seringkali tidak mengetahui berbagai teknis program yang dipakai di dalam organisasinya." ujar Rendra.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top