Ingin Kerja Keras sebagai Bukti Bakti ke Orang Tua

Uci Indah Elysa (Foto : Istimewa)
Uci Indah Elysa (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES -  Senyum ceria terpancar dari gadis asal Bululawang, Kabupaten Malang ini. Orang tuanya memberi nama Uci Indah Elysa. 

Gadis kelahiran15 Juli 1996 ini tampak tegar dan kuat ditengah perjuangannya bekerja membantu Sang Ibu.

Sejak kecil, Uci, sapaan akrabnya, sudah tidak bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya secara utuh akibat perceraian sehingga sang ibu pun harus berjuang menjadi single parent untuk memperjuangkan ketiga anaknya termasuk Uci.

Dari mulut mungilnya ia bercerita betapa ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah sejak perceraian itu terjadi. Sang ayah pun harus pergi meninggalkan rumah berpisah dengan sang ibu.

"Sedih rasanya, saya nggak pernah dapat kasih sayang seorang ayah yang selalu saya rindukan. Waktu bercerai saya masih kecil. Dulu sering sekali saya melihat ayah dan ibu berantem, tapi saya diam saja karena saat itu belum mengerti," ungkap gadis lulusan SMK Nasional Malang ini.

Selang beberapa tahun berlalu, saat sang ayah mengalami sakit keras, karena kecintaan dan kerinduan dengan sang ayah, ia berinisiatif untuk tinggal bersama ayah yang berada di rumahnya.

Di sana ia merawat ayah. Dikala ayah sakit, ia selalu berpesan kepada  Uci untuk selalu menjadi anak baik dan juga sukses. 

Hari demi hari ia lewati selama kurang lebih satu bulan bersama sang ayah. Sekitar 5 Mei 2015, ia harus merelakan sosok sang ayah hilang dari kehidupannya. Sang ayah harus menghembuskan nafas terakhirnya menghadap Sang Maha Kuasa.

"Saya selalu ingat pesan ayah, untuk bekerja keras. Tapi yang paling membuat saya sedih, ayah meninggal di rumah sakit menunggu saya pulang kerja dahulu. Itu yang membuat saya selalu bersedih ketika mengingatnya,"cerita gadis yang sehari-hari bekerja di Quarta Aviation Training Center Malang, Sekolah Pramugari di Kota Malang yang berlisensi Departemen Perhubungan RI.

"Ayah sebelum meninggal bilang mau menikah lagi. Namun ayah menginginkan saya menikah dulu, baru beliau mau menikah. Padahal saya sudah bilang agar ayah menikah dulu, kalau menunggu saya bisa empat tahun lagi. Namun belum sempat terwujud, Yang Maha Kuasa berkehendak lain," beber gadis tiga bersaudara ini.

Sepeninggal sang ayah, ia pun bersemangat bekerja keras untuk membanggakan sang ayah dan juga membahagiakan sosok wanita tangguh yamg juga selalu berjuang untuknya yaitu ibu.

"Mulai dari kerja di travel, sekretaris di pabrik ekspor-impor, dan juga di balai pelatihan sudah saya lewati. Namun di tempat kerja saya selalu tidak disenangi oleh rekan kerja, entah apa sebabnya, saya juga tidak mengerti," jelas gadis dari pasangan Titik Sulatiningsih dan Sukirmanto ini.

Saat ini, dia bertekad akan bekerja keras untuk membahagiakan ibu dimasa tuanya yang sebentar lagi pensiun dari pekerjaannya sebagai Staf Tata Usaha di SMPN 1 Wajak. 

Sementara itu, dara berambut lurus ini dulunya juga sempat mengukir prestasi sebagai pemain voli dan sempat menjuarai Wali Kota Malang Cup.

Saat masih duduk di bangku SMK ia pun memperoleh beasiswa sehingga bisa bersekolah secara gratis dari prestasinya menjadi atlet voli.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top