Program Bupati Malang Rendra Kresna di Mata Warganya

Suningsih (47,) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, setelah berdialog dengan Bupati Malang yang membuatnya terperangah atas karakternya yang merakyat, Rabu (17/05) malam. (Nana)
Suningsih (47,) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, setelah berdialog dengan Bupati Malang yang membuatnya terperangah atas karakternya yang merakyat, Rabu (17/05) malam. (Nana)

MALANGTIMES - Berhubungan sedekat-dekatnya, melebur, dan menjadi satu dengan rakyatnya merupakan bentuk kewajiban pemimpin dalam melaksanakan amanahnya.

Sejarah mencatat, para pemimpin besar yang sukses menggerakkan rakyatnya dalam derap dan denyut yang sama dalam mewujudkan negara, bangsa, dan masyarakat yang kuat adalah mereka yang bisa menyatu padu dengan yang dipimpinnya. Sebut saja Bung Karno atau para founding father bangsa sebagai contoh kecilnya.

Hal itu pula yang terus dilakukan oleh Bupati Malang Dr. Rendra Kresna dengan berbagai program kerakyatannya selama dua periode memimpin masyarakat Kabupaten Malang yang berjumlah sekitar 3 juta jiwa ini.

Pengentasan kemiskinan, optimalisasi pariwisata berbasis desa mandiri, serta lingkungan hidup yang merupakan kelindan penting dalam memakmurkan masyarakat Kabupaten Malang terus digenjot dengan pendekatan bottom-up dan berorientasi pada kepentingan sebesar-besarnya masyarakat.

"Maka, setiap kebijakan pemerintahan yang kami aplikasikan merupakan keinginan rakyat. Bukan keinginan bupati ataupun kepala dinas," tegas bupati kelahiran Pamekasan tahun 1962 ini dalam acara Bina Desa di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kamis (18/05).

Bertolak dari hal tersebut, berbagai kebijakan dalam kepemimpinan Rendra Kresna seperti  gayung bersambut. Yakni menghasilkan kedekataan emosional antara pemimpin dan rakyatnya.

Suningsih (47), warga Desa Wonorejo yang hanya beberapa kali bertatap muka dan berdialog dengan Rendra Kresna, menyatakan kekagumannya. "Pak Rendra itu bupati, tapi tidak canggung menyapa dan ngobrol dengan kami rakyat kecil," ucapnya dengan logat Madura kental kepada MALANGTIMES yang diiyakan oleh warga sekitarnya.

Tidak sombong. Begitulah inti dari kesan para ibu di Desa Wonorejo atas penampilan dan karakter bupatinya.

Suningsih juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Malang yang telah banyak membantu warga desa, baik dalam infrastruktur jalan maupun peningkatan perekonomiannya. "Kami selalu berdoa bahwa bupati dan lainnya terus bekerja untuk kami," ujar Suningsih yang mengatakan juga bahwa dia dan warga lainnya berharap jalan-jalan di Wonorejo bisa diperlebar tahun depan secara merata.

Harapan dan aspirasi warga desa tersebut mendapat respons cepat dari Rendra. Dia mengatakan bahwa segala harapan menuju kebaikan masyarakat dan merupakan suara rakyat akan segera ditindaklanjutinya.

"Ini yang saya minta, aspirasi dan kebutuhan masyarakat langsung. Untuk pembangunan jalan kami prioritaskan nanti dalam perubahan anggaran kegiatan (PAK)," terang tokoh asal Madura ini. "Kalau pun tidak tahun ini, tahun 2018 jalan Desa Wonorejo akan diperlebar," pungkasnya. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top