Bahan Makanan Lokal, Senjata Lain Wujudkan Tiga Program Besar Kabupaten Malang

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Agus Priyanto (tengah). (Nana)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Agus Priyanto (tengah). (Nana)

MALANGTIMES - Upaya mewujudkan tiga program besar Kabupaten Malang, yaitu pariwisata, lingkungan hidup, dan pengentasan kemiskinan, dicoba melalui berbagai produk kebijakan yang ada dalam tubuh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Malang. 

Kini, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang melalui program tahunannya, yaitu lomba cipta menu berbahan pangan lokal, ditarik lebih masuk dalam mewujudkan tiga program tersebut. "Potensi bahan makanan lokal kita berlimpah dan kualitasnya tidak kalah dengan bahan luar negeri," kata Agus Priyanto, kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Rabu (17/05) setelah acara selesai.

Bahan makanan lokal yang dibudidayakan oleh petani Kabupaten Malang, seperti jagung, kedelai, singkong, ketela, serta berbagai sayur dan buahan, sangatlah berlimpah. 

Tahun 2016 produk pertanian nonberas ini mencapai 750 ribu ton. Berlimpah dan telah menjadi mata pencaharian masyarakat Kabupaten Malang yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. "Jangan sia-siakan potensi besar ini," ujar Bupati Malang Dr Rendra Kresna. 

Dia mengatakan bahwa dengan kreativitas dan inovasi dalam pengolahan menu makanan berbahan lokal, program besar Kabupaten Malang juga akan terbantu. 

Hal ini diamini Agus yang mengatakan, selain mencari pemenang dalam acara lomba menu olahan berbahan makanan lokal ini, inti acaranya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malang untuk kembali mengolah berbagai sumber makanan lokal dan menjadikannya sebuah produk yang bernilai lebih. "Proses dari bahan mentah lokal yang dikerjakan petani akan menyerap tenaga kerja lainnya saat proses pengolahan menjadi menu makanan," ujar Agus.

Artinya, ada penyerapan tenaga kerja dalam upaya mengentaskan pengangguran sebagai embrio lahirnya kemiskinan. Pun, saat bahan makanan lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan bahan-bahan dari luar negeri ini telah menjadi menu makanan khas Kabupaten Malang, akan juga melengkapi kekayaan ikon-ikon pariwisatanya.

Konteks lingkungan hidup pun terjaga. Pengolahan melalui berbagai metode pertanian berbasis organik yang kini terus dikembangkan di Kabupaten Malang akan menghasilkan produk-produk bahan makanan non-beras berkualitas. "Lingkungan hidup terjaga, hasilnya berkualitas. Sekali lagi tinggal bagaimana kita menstimulus masyarakat untuk semakin kreatif dengan berlimpahnya bahan-bahan ini," ucap Agus.

Bahan makanan lokal sebagai senjata lain mewujudkan tiga program besar Kabupaten Malang siap untuk dikembangkan dan tidak 'mandek' sekadar dalam acara perlombaan sehari saja.

Cita rasa, kekhasan, bahan makanan hasil pertanian lokal melimpah dan berkualitas serta otentifikasi racikan yang menawan, yang ditawarkan dalam lomba cipta menu makanan tahunan, cukup menggoda untuk dikuatkan dalam berbagai kebijakan internal Kabupaten Malang. "Kami siap menindaklanjuti penumbuhan kesadaran atas kekayaan bahan makanan lokal dengan memulai dari pemerintahan sendiri," tegas Rendra yang akan menginstruksikan dalam setiap acara,  makanan berbahan lokal kreasi masyarakat menjadi menu utamanya. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top