Pantau Kenaikan Harga Tidak Wajar, Polres Malang Kota Terjunkan Intel ke Pasar-Pasar

Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan SH MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan SH MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjelang bulan puasa Ramadan, terjadi kenaikan harga sembako di sejumlah pasar. Daging, sayur, dan bahan lain harganya terus merangkak. 

Bawang putih, misalnya, kini harganya di kisaran Rp 48 ribu per kilogram. Selain itu, bawang putih jenis kating dari Rp 38 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Semua harga tersebut terjadi di Pasar Besar Kota Malang.

Antispasi kenaikan harga yang tidak wajar dan mencegah adanya penimbunan oleh masyarakat, Polres Malang Kota sudah menerjunkan tim intel ke pasar-pasar guna memantau situasi harga saat ini.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah menerjunkan anggota di pasar-pasar. Namun memang sampai saat ini belum ada laporan kecurangan atau hal janggal terkait kenaikan harga barang.

"Jika memang ada yang tidak wajar dan tidak sesuai regulasi kenaikan harga yang diatur dalam Permendag 63/M-DAG/PER/9/2016 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga penjualan di konsumen, tentunya akan kami proses karena juga bisa dikategorikan pelanggaran pidana," ujarnya.

Kapolres Malang Kota mengakusudah berkoordinasi dengan pemkot, dalam hal ini Dinas Perdagangan Kota Malang, Bulog, organisasi persaingan usaha, dan sejumlah LSM untuk membahas regulasi kenaikan harga yang diatur dalam permendag.

Menurut kapolres, turunnya intelijen ke lapangan diharapkan bisa melakukan antisipasi kecurangan dan melakukan penyelidikan kenaikan harga. Bahkan dari hasil tersebut nantinya juga akan dilakukan penelusuran sampai akar penyebab terjadinya kenaikan harga. 

 ”Kami sisir dahulu hilirnya. Selanjutnya juga akan kami telusuri sampai hulu. Bahkan juga mungkin saja kami giring para pemain itu ke ranah penyidikan. Namun kami masih telusuri dahulu," ucap Hoiruddin.

Intelijen sendiri juga merupakan satgas yang dibentuk  bersama jajaran samping yang terdiri atas personel Polres Malang Kota, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bulog, dan lain-lain. Keseluruhan personel yang terlibat sekitar 80 orang.

"Dari Polres Malang Kota 20 orang dan instansi lain sekitar 50-60 orang. Kami sudah mulai langsung bekerja sampai hari Lebaran dan seusia alebaran," pungkas kapolres Malang Kota. (*)

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top