Kurangi Menu Restoran di Acara Resmi, Bupati Malang Rendra Kresna Instruksikan Makanan Lokal

Dr. Rendra Kresna, Bupati Malang sedang mencicipi Rawon Anti Galau yang berbahan dasar sayuran waluh dengan olahan berbagai macam bumbu lokal di stand Kecamatan Pujon dalam acara Lomba Cipta Menu Pangan Lokal, Rabu (17/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Dr. Rendra Kresna, Bupati Malang sedang mencicipi Rawon Anti Galau yang berbahan dasar sayuran waluh dengan olahan berbagai macam bumbu lokal di stand Kecamatan Pujon dalam acara Lomba Cipta Menu Pangan Lokal, Rabu (17/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Produksi pertanian non beras di Kabupaten Malang sebenarnya cukup melimpah apabila masyarakat mau menggalinya. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Malang, Dr. Rendra Kresna di sela Lomba Cipta Menu Pangan Lokal yang diikuti oleh 33  kecamatan, Rabu (17/05).

Ia mengatakan bahwa melimpahnya produk pertanian non beras merupakan anugerah alam yang penuh potensi apabila tepat dalam pengelolaannya. Dalam kegiatan yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang ini pun ia berkesempatan mengunjungi seluruh stand makanan berbasis non beras, serta sesekali mencicipi berbagai varian menu, semisal olahan tumbaran (sejenis rumput liar, red).

"Kita kaya akan hasil produksi selain beras yang bisa dijadikan bagian dari pola konsumsi sehari-hari," kata Bupati Malang, Rabu (17/05) saat meninjau stand menu pangan olahan non beras di pelataran Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang.

Rendra beberapa kali berhenti cukup lama di stand dan mencicipi berbagai menu olahan non beras tersebut. "Semuanya enak, menyehatkan dan cocok untuk dihidangkan dalam berbagai acara," ujarnya memberikan apresiasi terhadap para pengolah makanan yang menampilkan berbagai produk berbahan lokal dengan gaya modern.

Berbagai stand menu makanan olahan non beras yang dilombakan setiap tahunnya ini, selain sebagai bentuk kegiatan yang nantinya dijadikan ikon makanan tradisi non beras dan dilombakan di tingkat yang lebih tinggi, esensi terpenting menurut Rendra adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi makanan non beras.

Dia menyatakan bahwa potensi hasil pertanian di Kabupaten Malang selain beras, terdapat jagung, singkong, ketela dan berbagai sayuran yang dibudidayakan dan jumlah produksinya lebih banyak dibandingkan beras.

"Setiap tahunnya produk pertanian non beras bisa menghasilkan surplus sekitar 750 ribu ton. Sedang untuk beras sekitar 85 ribu ton di tahun 2016," terangnya. 

Kondisi tersebutlah yang membuat Rendra terus memacu berbagai kegiatan dalam proses membudayakan makanan olahan non beras di masyarakat Kabupaten Malang yang dianugerahi potensi alam yang subur ini. "Jangan disia-siakan potensi besar ini," tegas Rendra.

Langkah dalam membudayakan kesadaran mengonsumsi makanan olahan non beras, Rendra akan menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang untuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai konsumsi makanan tersebut.

"Kita awali dulu dari Aparat Sipil Negara (ASN) mengenai ini. Nanti dalam setiap acara kedinasan untuk menu makanannya jangan hanya menu-menu berbasis beras dan ala restoran saja. Tapi pakai menu olahan non beras dan tradisi seperti ini," terang Rendra.

Sedangkan untuk menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat, Rendra akan mendorong di setiap kecamatan dan desa dalam berbagai acara juga digalakan menu tradisi non beras ini.

"Jadi harapannya kita tidak tergantung pada beras saja dalam mencukupi kebutuhan pokok," kata Rendra.

Ia mencontohkan, dalam sehari kita makan tiga kali, dengan adanya program konsumsi makanan olahan non beras, bisa diubah menjadi makan berasnya dua kali. "Yang satu kalinya makannya non beras. Secara ilmu kesehatan makanan non beras juga menyehatkan," pungkasnya.

 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top