Kafe Kopi Amstirdam Bergaya Eropa Siap Dibangun di Kompleks Pendopo Kabupaten Malang

Wahyu Hidayat, Kepala DPKPCK, Bambang Istiawan Kepala Satpol PP dan Made Arya Wedanthara, Kadisparbud Kabupaten Malang (dari kanan ke kiri) saat melihat lokasi pembangunan Kafe Kopi Amstirdam, Selasa (16/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Wahyu Hidayat, Kepala DPKPCK, Bambang Istiawan Kepala Satpol PP dan Made Arya Wedanthara, Kadisparbud Kabupaten Malang (dari kanan ke kiri) saat melihat lokasi pembangunan Kafe Kopi Amstirdam, Selasa (16/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberadaan petani kopi kelas dunia di wilayah Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit dan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang atau lebih dikenal dengan Amstirdam, akronim dari nama kecamatan tersebut, tidak bisa dipungkiri.

Dunia telah mengakuinya dengan mengeluarkan sertifikat 4C (Common Code for the Coffe Community) oleh asosiasi industri kopi dunia yang berpusat di Bonn, Jerman.

Hal ini dibuktikan dengan 90 persen hasil kopi petani kopi Amstirdam dengan jenis robusta diekspor ke luar negeri dan disukai oleh para pecinta kopi di sana.

Sayangnya, popularitas kopi Amstirdam yang ditanam di ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan air laut dan memiliki struktur tanah yang baik ini, gaungnya tidak terlalu besar di daerah sendiri. Bahkan kalah dengan kopi-kopi dari luar Malang, seperti Kopi Aceh Gayo, Toraja, Bali dan lain sebagainya yang menjadi menu utama minuman di berbagai kafe di Malang Raya.

Kondisi inilah yang membuat Bupati Malang dan asosiasi petani Amstirdam yang difasilitasi Media Online MALANGTIMES dan media nasional lainnya melakukan berbagai kajian yang juga melibatkan Universitas Brawijaya (UB) Malang. Hal ini untuk mendekatkan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat atas produk kopi Amstirdam yang asli ditanam di bumi Arema ini.

Satu kesepahaman tercetus dengan kuatnya tujuan yang langsung dikomandani Dr. Rendra Kresna, Bupati Malang, untuk mendirikan kafe kopi Amstirdam di lokasi Pendopo Agung Kabupaten Malang, di Jalan KH. Agus Salim Kota Malang.

"Ini langkah awal untuk mempromosikan kopi Amstirdam kepada masyarakatnya. Di luar negeri sudah cukup diakui dan jadi salah satu kopi terbaik dunia," kata Rendra Kresna, beberapa bulan lalu dalam pertemuan terbatas di Ruang Rapat Rektor UB Malang.

Kesepahaman awal inilah yang langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Selasa (16/05) saat melakukan peninjauan lokasi yang berada di areal Pendopo Agung Kabupaten Malang, yaitu di lokasi Koperasi Kartini.

"Kita bersama-sama melihat langsung lokasi yang akan dibangun. Rencana tahun ini pembangunan kafe kopi selesai dan bisa dilaunching Bapak Bupati," kata Wahyu Hidayat, Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Selasa (16/05) kepada MALANGTIMES.

Dengan luas lokasi sekitar 140 m persegi, pembangunan kafe kopi ini akan dibentuk dengan gaya atau model kafe Eropa dengan sajian utama kopi Amstirdam. "Tujuan awal mengenalkan lebih dekat kepada masyarakat bahwa Kabupaten Malang memiliki kopi berkelas dunia yang tidak kalah dengan kopi daerah lainnya," terang Wahyu.

DPKPCK Kabupaten Malang yang bertanggung jawab atas proses pembangunan kafe kopi Amstirdam, telah mempersiapkan maket dan anggaran sekitar Rp. 200 juta.

"Kita sudah siapkan semua, Insyaallah tahun ini selesai pembangunannya dan kita memiliki spot minum kopi berkualitas," ujar mantan Kadis Pengairan Kabupaten Malang ini.

Corak pembangunan bergaya Eropa nantinya juga akan semakin mengentalkan kopi Amstirdam yang lebih dulu terkenal di Eropa dengan sebutan Java Coffe ini. "Kita tuangkan sisi-sisi kopi Amstirdam dalam bentuk bangunannya. Karena selain untuk promosi di dalam juga diperuntukkan bagi para wisatawan manca negara," imbuh Wahyu.

Mengenai pemilihan lokasi, Wahyu menyampaikan bahwa untuk saat ini difokuskan di Jalan Agus Salim Kota Malang karena wilayah tersebut telah terintegralkan dengan berbagai fasilitas pertokoan modern dan ruang berkumpul masyarakat banyak.

"Lokasi strategis dalam konteks promosi dan penjualan. Bisa jadi nantinya akan dikembangkan di lokasi lainnya," pungkasnya.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top