Polresta Malang Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Maraknya Aksi Penculikan Anak

Kasat Reskrim Polresta Malang AKP Heru Dwi Purnomo saat menyampaikan rilis kasus (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kasat Reskrim Polresta Malang AKP Heru Dwi Purnomo saat menyampaikan rilis kasus (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemberitaan tentang hilangnya Mifta Khurotulaini (15) warga Babadan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso yang hilang sejak Rabu (10/05) menambah daftar panjang kasus terhadap anak di bawah umur.

Karena itulah pihak kepolisian Polres Malang Kota tingkatkan kewaspadaan hadapi maraknya aksi penculikan terhadap anak dengan berbagai modus yang belakangan marak terjadi di Kota Malang. 

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Heru Dwi Purnomo mengungkapkan, untuk menangani kasus-kasus seperti penculikan dan kekerasan pencurian dan hal lainnya, pihaknya saat ini telah membentuk tim khusus yang terus berupaya mengungkap kasus-kasus yang terjadi. 

"Sementara saat ini belum ada laporan lagi setelah kasus yang heboh kemarin terkait setrum siswa. kalau untuk anak hilang yang kabarnya ditemukan di Raden Intan juga belum ada laporan," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan mengatakan, Permasalahan terkait anak belakangan ini, sangat mengkhawatirkan. Mulai marak sekali terjadi anak hilang ataupun penculikan yang perlu diwaspadai bersama.

"Karena itu, kami selalu mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta berperan dalam memberikan informasi kepada pihak aparat, hal-hal yang mencurigkn harus diinformasikan, supaya nanti tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Pihaknya sendiri juga sudah mengundang beberapa pakar dan juga pemerhati anak terkait permasalahan terhadap anak yang saat ini sudah mengkhawatirkan. Karena dalam hal ini perlu penanganan yang baik.

"Saya berharap kita bisa melindungi dan memberikan pembinaan agar lebih baik lagi. Kalau sebelumnya meningkat, untuk 2017 sampai bulan April saat ini masih terdapat beberapa laporan yakni delapan kekerasan terhadap anak, kendati demikian kami tetap selalu siap untuk menangani kasus terhadap anak, dan selalu waspada, peran orangtua juga sangat perlu dalam pembinaan terhadap anak," imbuh Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan.

Tercatat sejak tahun 2015 sampai tahun 2017, telah terjadi puluhan kasus terkait anak. Pada 2015, telah ada laporan sebanyak 28 kasus kekerasan, 10 laporan persetubuhan terhadap anak dan juga tujuh laporan pencabulan.

Dan angka itu terus membengkak dimana pada 2016 naik sebanyak 30 laporan kekerasan anak, 10 laporan pesetubuhan dan juga enam laporan pencabulan.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top