DPM PTSP Jatim Menilai Wisata Budaya Kota Malang Jadi Lirikan Investor

Kepala Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi DPM PTSP Provinsi Jatim, Diah Wahyu Ermawati (kiri) saat menghadiri workshop peningkatan koordinasi kerja sama bidang penanaman modal di Hotel OJ Bestwestern. (fot : Imam Syafii/ MalangTIMES)
Kepala Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi DPM PTSP Provinsi Jatim, Diah Wahyu Ermawati (kiri) saat menghadiri workshop peningkatan koordinasi kerja sama bidang penanaman modal di Hotel OJ Bestwestern. (fot : Imam Syafii/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kepala Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Jatim, Diah Wahyu Ermawati menilai Kota Malang memiliki potensi wisata budaya yang mampu memikat para investor untuk menanam modal (investasi).

Hal itu ia sampaikan dalam workshop peningkatan koordinasi dan kerja sama bidang penanaman modal dengan instansi pemerintah dan dunia usaha yang digelar di Hotel OJ Bestwestern Malang, Selasa (18/5/2017).

"Kami melihat potensi wisata budaya Kota Malang sangat mendongkrak perekonomian daerah, karena para wisatawan domestik dan asing lebih tertarik wiasata tersebut. Sehingga para investor berdatangan di sini untuk berinvestasi," kata Dyah kepada MalangTIMES.

Kenapa Kota Malang potensi wisata budayanya meningkat, menurut Dyah bahwa Malang memiliki ciri khas nilai budaya yang sangat kental dan kuat. 

"Tinggal mengemas bagaimana wisata budaya ini bisa dipadukan menjadi wisata berbasis budaya yang memiliki nilai kultur yang kuat. Karena investor asing mempunyai kesukaan tema tersendiri dalam berinvestasi," paparnya.

Secara otomatis banyaknya investor dari Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan sendirinya akan tertarik melakukan kerjasama dengan pelaku usaha kreatif di Kota Malang.

"Tinggal bagaimana mengemas potensi itu menjadi sesuatu yang bernilai tinggi yang nantinya akan mengerek perekonomian daerah. Karena masing-masing investor dari negara asing memiliki tujuan dan tema investasi tersendiri," tuturnya.

Melalui workshop inilah pelaku dunia usaha saling berinteraksi dan mengetahui kebutuhannya dengan dijembatani Pemerintah Kota Malang terutama DPM PTSP dalam memperkenalkan produk marketnya.

"Kalau pemerintah sudah menemukan konsep yang menjadi kebutuhan wisatawan dan investor, maka tindakan pemerintah melalui DPM PTSP melakukan sinkronisasi dengan instansi terkait mengemas wisata dalam satu kesatuan agar seluruh potensi terakomodir," ucapnya.

Dia mencatat bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kota Malang tahun 2016 sebesar 5,5 persen dan tahun 2017 triwulan I mengalami penurunan menjadi 5,48 persen.

"Penurunan terjadi karena konsumsi pemerintahannya masih sedikit, prosentasi akan meningkat saat mendekati triwulan III dan IV. Harapannya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,9 persen," ujarnya.

 

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top