Pasar Merjosari Dibongkar, Pedagang Pindah ke Lahan Parkir

Para pedagang yang kini pindah ke lahan parkir. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para pedagang yang kini pindah ke lahan parkir. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meski Pasar Penampungan Sementara Merjosari telah dibongkar Dinas Perdagangan Kota Malang, masih banyak pedagang yang bertahan dan berjualan di tempat itu. Para pedagang kini berpindah ke tempat yang dulunya merupakan lahan parkir dan merupakan milik pribadi salah seorang warga Merjosari.  

Triluko (44), seorang pedagang ikan, mengaku masih akan terus berdagang di pasar ini. Menurut dia, Pasar Terpadu Dinoyo yang dibangun saat ini tidak layak dijadikan pasar tradisional sehingga ia tetap berada di Pasar Merjosari.

"Ya nggak cocok Mas kalau dijadikan pasar tradisional. Di sana bawa mesin selep nggak boleh. Yang ingin jualan ayam juga harus motong di rumah. Itu kan juga mempersulit. Apalagi harganya mahal," ungkapnya.

Triluko mengaku dulu juga mempunyai sebuah bedak di Pasar Dinoyo Terpadu. Namun karena menganggap pasar tersebut tidak layak jadi pasar tradisional, dia menjualnya kepada orang lain. Triluko memilih menetap di Pasar Penampungan Merjosari.

"Ratusan pedagang masih ingin di sini sementara sambil nunggu gimana nantinya. Kami masih berdagang di lahan parkir. Lahan ini katanya milik pribadi. Kan nggak bisa nggusur, wong kami sewa," ujarnya.

Rencananya, pedagang besok juga akan melakukan penyekatan atau pembagian bedak di bekas tempat parkir itu. Nanti akan diukur seberapa luas tempatnya. "Biar tidak ada yang bertengkar masalah tempat. Semua bisa kembali jualan," pungkas Triluko. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top