Aksi Seribu Lilin di Depan Museum Brawijaya Kemarin Ilegal?

Ilustrasi Aksi Lilin di depan Museum Brawijaya (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Ilustrasi Aksi Lilin di depan Museum Brawijaya (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Aksi seribu lilin yang digelar Jumat malam (12/5/2017) oleh sejumlah mahasiswa NTT di depan Museum Brawijaya, berjalan tanpa izin dari pihak kepolisian.

Kasat Intel Polres Malang Kota  AKP Triono  Susanto mengungkapkan, pihaknya kemarin mengetahui hal tersebut dari jajarannya, dimana diinformasikan terdapat banyak orang di depan Museum Brawijaya dengan menyalakan lilin.

"Kemarin memang banyak mahasiswa NTT yang melakukan aksi tersebut tanpa izin resmi. Setelah mendengar kabar langsung saya perintahkan anggota untuk mengawal kegiatan di sana," jelasnya, Sabtu (13/6/2017).

Menurutnya dari hasil pemantauan kemarin, kegiatan yang berlatar refleksi kebhinekaan, memang terendus sedikit bau-bau politik terkait situasi di ibukota.

"Saat itu juga anggota memperingatkan dan mengimbau kepada peserta aksi tersebut, kenapa sampai seenaknya slonang slonong di tempat  umum, setelah itu mereka akhirnya kita imbau untuk segera bubar," tandasnya.

Akibat aksi ini sendiri, membawa dampak bagi kebersihan di sekitar taman yang ada di depan Museum Brawijaya. Pasalnya akibat aksi tersebut yang menyalakan lilin, membuat sisa-sisa lilin menempel di berbagai tempat di sekitar sehingga ketika akan dibersihkan menjadi sangat sulit.

Akibat sisa lilin yang susah dibersihkan ini sempat menjadi viral di Komunitas Asli Malang dimana banyak anggotanya yang mengkritisi aksi tersebut dan tidak setuju jika aksi tersebut digelar di Kota Malang.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top