Waspada Serangan Teroris Siber di Indonesia

Tampilan komputer yang terkena WannaCry Ransomware (foto: istimewa)
Tampilan komputer yang terkena WannaCry Ransomware (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Hari ini, Sabtu (13/5/2017) sebuah serangan ransomware besar - besaran telah menggegerkan beberapa negara di dunia termasuk Indonesia. Dalam beberapa jam serangan ini telah menginfeksi ribuan komputer di dunia.

Ransomware adalah jenis virus/malware yang mengunci hampir seluruh data penting di komputer korbannya, untuk membuka kunci ini korban diminta membayar sejumlah tebusan. Dalam kasus serangan ini korban diminta membayarkan sejumlah 300 Dollar Amerika dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin, untuk membuka kunci tersebut.

Varian ransomware dalam serangan ini dikenal dengan nama WannaCryWana Decrypt0rWannaCryptor dan WCRY. Tetapi lebih dikenal dengan nama WannaCry Ransomware.

Tim peneliti di salah satu perusahaan keamanan siber Kaspersky dalam rilisnya menyebut ada 45.000 serangan WannaCry Ransomware di 74 negara. Penyebaran ransomware ini sangat besar, sehingga mereka tidak dapat memantau semua.

Penyebaran serangan siber ini memanfaatkan celah keamanan pada Sistem Operasi Windows dalam bocoran dokumen yang didapat dari Badan Keamanan Nasional AS atau NSA. Pada bulan April lalu, kelompok peretas yang bernama Shadow Brokers telah mengklaim mencuri tool yang dikembangkan oleh NSA dan mempublikasikannya secara bebas di internet. Namun, sampai saat ini belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini.

Di Indonesia, kabar serangan ini menyebar dengan cepat di kalangan penggiat keamanan siber Indonesia bahkan beberapa dari mereka ada yang dihubungi langsung oleh pihak rumah sakit yang terkena dampak serangan ini.

Dalam siaran pers Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Sammy Pangerapan menyampaikan serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting).

"Maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber. Di Indonesia, berdasarkan laporan yang kami terima, serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais. Dengan adanya serangan siber ini kami minta agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati hatian dalam berinteraksi di dunia siber," ucapnya.

Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban. Ransomware baru ini disebut WannaCry. Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara. Oleh karena itu penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden.

Tercatat dalam siaran pers tersebut, KOMINFO mengimbau 5 poin penting tindakan pencegahan sebelum terkena serangan ini:

1. Update Security pada Sistem Informasi Windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh Microsoft. Pada tautan ini.

2. Jangan mengaktifkan fungsi macros.

3. Non aktifkan fungsi SMB v1

4. Aktifkan Firewall dan Block port 139/445 & 3389.

5. Selalu backup data penting di komputer anda disimpan di tempat lain.

Sebagai tambahan yang sangat penting, Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) menyarankan hari Senin besok dan kantor akan buka, mohon diwaspadai :

1. Agar komputer - komputer dan jaringan lainnya jangan terhubung ke LAN dan internet dulu,

2. Terlebih dahulu lakukan backup data penting,

3. Pastikan software anti virus sudah update serta security patch yang disarankan oleh microsoft dilakukan terlebih dahulu.

Sebagai informasi tambahan, Pada bulan Maret lalu Microsoft telah merilis patch MS17-010. Namun sepertinya sebagian besar komputer yang ada di dunia belum menginstal patch tersebut. Sehingga kelengahan ini pun dimanfaatkan secara masif oleh penyebar WannaCrypt.

Pewarta : Angga
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top