Banyak Dilupakan, Olahraga Tradisional Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah

Sekretaris Formi Achyadi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Sekretaris Formi Achyadi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Olahraga tradisional merupakan salah satu ciri khas bangsa. Namun kini mulai ditinggalkan masyarakat.

Para generasi penerus bangsa sudah tergerus arus moderenisasi sehingga kehilangan semangat untuk melestarikan budaya tradisional.

Karena itu perlu pendidikan sejak dini sehingga salah budaya itu bisa benar-benar dipertahankan oleh para generasi muda mendatang.

Untuk melakukan itu perlu stimulus misalnya dengan menjadikan olahraga tradisonal masuk dalam kurikulum sekolah dasar.

Sekretaris Forum Olahraga Masyarakat Indonesia (Formi) Drs.Achyadi mengatakan, perlu penggalangan minat generasi muda dalam menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga tradisional.

Saat ini ia juga melihat  minat generasi muda terhadap olahraga tradisional khususnya di Kota Malang sangat kurang. 

"Sehingga perlu pendidikan sejak dini. Apalagi kalau olahraga tradisonal itu dimasukan dalam kurikulum SD, pastinya akan memiliki peluang besar menciptakan seorang atlet profesional," ungkap mantan Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Kota Malang ini.

Lanjutnya, olahraga seperti Egrang, Trompah Panjang, Gobak sodor seperti sudah tenggelam dimakan zaman. Hanya sebagain kalangan yang masih perduli akan keberlanjutan nasib olahraga tradisonal.

"Olahraga seperti Egrang, Gobak Sodor, trompah panjang merupakan olahraga tradisional yang baik jika dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Dengan demikian, diharapkan para siswa tidak saja haya mengerti permainan olahraga pada umumnya seperti sepak bola, voli dan lainnya, namun juga mengerti dari tradisi olahraga dari daerahnya," pungkasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top