Stok Benih Sperma Beku Melimpah, BBIB Singosari Perluas Ekspor

Produksi semen/sperma beku ternak di BBIB Singosari yang melimpah dan telah mulai merambah negara-negara lain. Selain kualitas semen yang dihasilkan, harganya relatif murah dibanding negara lain. (Foto: Nana/MalangTIMES)
Produksi semen/sperma beku ternak di BBIB Singosari yang melimpah dan telah mulai merambah negara-negara lain. Selain kualitas semen yang dihasilkan, harganya relatif murah dibanding negara lain. (Foto: Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Melimpahnya benih sperma beku sapi dan kambing yang diproduksi oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari semakin mengukuhkan Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra pengembangan semen/sperma beku berkualitas di mata dunia.

Total kebutuhan rata-rata nasional per tahun atas semen beku yaitu sekitar 3,5 juta dosis. BBIB Singosari ditahun 2016 menghasilkan semen beku sekitar 4,2 juta dosis plus 3 juta dosis yang dihasilkan di Balai Lembang Jawa Barat. Artinya, terdapat surplus produksi tahun lalu sekitar 4 juta dosis dalam memenuhi pasar semen beku sapi dan kambing di dalam negeri.

"Dengan adanya kelebihan semen beku ini, kami genjot pasar luar negeri, seperti negara Kyrgyztan," ujar Ahmad Budi Purnawan, medik veteriner BBIB Singosari, Minggu (16/04).

Pengembangan ceruk pasar semen beku di luar negeri yang dilakukan BBIB Singosari didasarkan pada permintaan yang cukup tinggi. Kyrgyztan, Malaysia, Myanmar, Timor Leste dan beberapa negara Eropa lainnya telah menjadi pelanggan semen beku yang diproduksi BBIB Singosari.

Tahun lalu, Indonesia mengekspor 1.200 dosis semen beku dalam straw ke Kyrgyztan dan terus bertambah hingga mencapai 1.300 dosis. 

Permintaan cukup tinggi pasar luar negeri atas semen beku yang diproduksi BBIB Singosari, selain kualitas spermanya telah diakui juga harga per straw dosis spermanya jauh lebih murah dari negara lainnya. 

"Kualitas sperma beku di sini telah teruji dan terbukti. Dari 25 juta sperma ternak, 40 persen pergerakannya progresif. Artinya, tingkat keberhasilannya cukup besar karena hanya dibutuhkan 1 sperma untuk membuahi sel telur," tutur Ahmad.

Harga per straw semen beku yaitu Rp. 7.000 untuk yang dijual di dalam negeri dan Rp. 30.000 untuk yang diekspor ke luar negeri. "Harga kami masih di bawah negera lain yang memproduksi semen beku, seperti Amerika,  Jepang, Australia, dan Selandia Baru," imbuh Ahmad.

Kualitas sperma beku yang diproduksi BBIB Singosari berasal dari beragam semen beku ternak berkualitas tinggi seperti sapi Ongole, sapi Simental, sapi Limousin, sapi FH (sapi Perah), sapi Brahman, sapi Abeerden Angus, sapi Madura, sapi Bali. Untuk jenis ternak kambing, ada jenis Boer, Sanen, Sapudi dan Sendoro.

Sampai sekarang (April 2107) stok  jumlah benih telah mencapai 3,9 juta dosis dari segala jenis sapi dan kambing unggulan. Tidak menutup kemungkinan diakhir 2017 ini, semen beku ternak ini akan mengalami surplus kembali dalam memenuhi kebutuhan domestik.

Dari data program strategis Ditjen Peternakan Kementan, sepanjang 2016 Kementan menargetkan 2.023 akseptor atau sapi betina yang akan disuntik sperma (diinseminasi buatan) yang akan meningkat di tahun 2017.

"Produksi semen beku akan terus meningkat. Karena itu, kami juga akan terus mengembangkan sayap ekspor kita," ujar Ahmad yang menambahkan dalam merangkul pasar baru, BBIB Singosari juga dibuat sebagai balai pelatihan tenaga inseminator dari negara-negara lain.

Tahun lalu, balai ini telah melatih tenaga inseminator dari negara-negara seperti Kyrgyztan, Timor Leste, Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, Kamoja, Laos, dan Papua Nugini. Para inseminator inilah yang nantinya akan menjadi channel BBIB dalam pemasaran semen beku ternak.

“Dengan melibatkan langsung, harapannya mereka percaya dengan kualitas semen beku produksi Indonesia,” tandas Ahmad yang sekali lagi mencontohkan bahwa semen beku sapi Limousin dengan standar berat 500 kg bisa menjadi 550 kg. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top