Kadisbudpar Kota Malang: Bakso Malang Sudah Mendunia

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni saat menghadiri Festival Kuliner Kota Malang 2017 di depan Balai Kota Malang, Sabtu (8/4/2817). (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni saat menghadiri Festival Kuliner Kota Malang 2017 di depan Balai Kota Malang, Sabtu (8/4/2817). (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Siapa sih yang tidak suka bakso? Hampir semua orang sudah merasakan sensasi rasa makanan yang terbuat dari campuran daging dan tepung tersebut.

Bahkan, kuliner bakso ini tak hanya dikenal si Indonesia. Warga negara asing saja sudah pernah merasakannya.

Hal ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki beragam kuliner yang punya cita rasa tinggi. Salah satunya bakso sebagai kuliner khas Kota Malang. Bakso Malang memiliki rasa yang berbeda dengan bakso kota lainnya. 

Bakso Malang sendiri ternyata sudah diakui dunia dan mendapat sertifikat dari United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan World Health Organization (WHO).

"Kuliner khas Kota Malang yang sudah internasional adalah bakso karena sudah diakui oleh UNESCO dan WHO. Jadi, kita harus bangga dan mempertahankan ikon kuliner asli Malang,"  kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni saat menghadiri Festival Kuliner Kota Malang tahun 2017 di depan Balai Kota Malang, Sabtu (8/4/2817).

Kepada MalangTIMES, bakso Malang sudah mendunia lantaran nilai tingkat keamanan, bersih, dan higienis. "Jadi, kuliner bakso Malang sudah terbukti diuji unsur kesehatannya. Selain itu, memiliki standar sertifikat The International Organization for Standardization (ISO) makanan yang halal. Lalu, pengujian bahan olahan bakso hingga penyajiannya sudan terbukti memenuhi persyaratan," ungkap perempuan yang akrab disapa Ida tersebut.

Menurut dia, jenis bakso di Kota Malang beranekam cita rasa dan bentuknya. Apalagi dalam Festival Kuliner 2017 ini, perhotelan dan asosiasi pariwisata menyuguhkan beragam kuliner. Ada beberapa makanan bakso yang diolah dengan bahan lainnya.

"Kalau dulu hanya bakso berisi daging, Tsekarang kreativitas penggiat kuliner bakso bikin beragam variasi. Misalnya bakso keju dan bakso apel. Inilah kreativitas masyarakat untuk mempertahankan ikon kuliner bakso tanpa mengurangi keaslian rasa bakso tetsebut," ucal Ida Ayu.

Di samping itu, acara festival kuliner ini diikuti sekitar 40 peserta dari perhotelan dan restoran di Kota Malang. "Mereka wajib menyajikan menu pembuka, utama, dan penutup. Lalu mendemonstrasikan makanannya sekutar 20 menit dengan men-display makanan dan menyiapkan 15 pak makanan tersebut," terangnya.

Total hadiah featival kuliner sekitar Rp 15 juta. Usai dinilai, peserta boleh menjual kulinernya kepada pengunjung. Untuk 57 peserta lomba cipta menu makanan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, yang menjadi juara akan diikutkan di festival kuliner tingkat Jawa Timur. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top