100 Penari Kolosal Grebeg Jowo Beraksi di Polowijen

Pemain Tari Grebeg Jowo (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Pemain Tari Grebeg Jowo (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Seratus pria dan wanita bertopeng menari kolosal Grebeg Jowo di kampung budaya Polowijen. Topeng yang mereka kenakan menggambarkan berbagai karakter. Ada topeng berkarakter beringas. Ada pula yang berkarakter lembut.

Bermacam karakter itu menggambarkan sifat-sifat prajurit bolojowo. Bolojowo sendiri dalam dunia wayang topeng adalah wayang dalang. Jadi, bukan sekadar tari yang memang ada dan populer di masa Kerajaan Majapahit pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Popularitas bolojowo dibuktikan dengan tulisan berjudul Desawarnana atau Negara Kretagama karangan Mpu Prapanca (Pegeaud 1960).

Grebeg Jowo juga sebuah lakon. Bolojowo tersebut juga merupakan komunitas sabrang. 

Tarian tersebut mengiringi peletakan pertama kampung budaya Polowijen, dengan karakter sabrang atau dua karakter yang dimiliki. Karakter yang dibawakan kali ini bertema halus, sesuai karakter topeng  yang dipakai, yakni mencerminkan kehalusan, kelembutan, dan kedinamisan.

Yongki, instruktur tarian dari Sekolah Budaya Tunggul Wulung, mengungkapkan, tarian ini memberikan makna bahwa manusia harus mempunyai sifat kelembutan sebagai karakteristik manusia, khususnya di Jawa. "Jadi, menonjolkan karakter Jawa yang lembut. Namun kalau untuk karakter satunya, yaitu sabarang, terkesan berangasan," ujar dia.

Dalam penokohan yang memerankan sebuah karakter, satu orang tidak diperkenankan memerankan dua karakter. Berbagai karakter itu diperankan beberapa orang. "Namun, tokoh Grebeg Jowo adalah Raden Gunung Sari yang paling menonjol. Dia merupakan pangeran," ucap Yongki.

Sementara itu, Kepala Sekolah Budaya Tunggul Wulung Joni Buana mengungkapkan, peserta tari yang tampil kali ini mencapai 100 orang yang berasal dari Malang Raya. "Dalam latihan tarian Grebeg Jowo, anak-anak sampai dewasa telah berlatih selama tiga bulan untuk menguasai tarian ini," ungkapnya.

Selain tari Grebeg Jowo, juga ditampilkan tari Topeng Malangan yang memainkan drama mengenai kisah kehidupan manusia yang dibawakan anak-anak. (*)

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top