Kampung Budaya Polowijen Tonjolkan Kesenian Tari Topeng

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni (kanan) saat menghadiri peresmian Kampung Budaya Polowijen. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni (kanan) saat menghadiri peresmian Kampung Budaya Polowijen. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES -  Kampung budaya Polowijen sudah diresmikan Wali Kota Malang H M. Anton sebagai salah satu ikon kota pariwisata.

Untuk mendongkrak nilai wisata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menilai kampung yang berlokasi di Perumahan Cakalang Kavling Auri RT 3 RW 2 Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, tersebut menonjolkan konsep kesenian tari Topeng Malang. 

"Kampung budaya Polowijen ini mengusung konsep yang menonjolkan kesenian asli tari Topeng Malang dari sisi historinya," kata Ida Ayu kepada MalangTIMES, Minggu (2/4/2017).

Menurut Ida Ayu, keberadaan kampung budaya ini sejarahnya sudah ada pada masa Ken Dedes yang didaulat sebagai ibu dari raja-raja besar di tanah Jawa. Pada masa itulah topeng Malangan diciptakan. "Sekarang kami kembangkan dan hidupkan kembali budaya topeng maupun tari Topeng Malangan di kampung budaya Polowijen," kata pejabat asal Bali tersebut.

Apalagi, perkembangan kesenian topeng, yang meliputi pembuatan topeng dan tarian topeng, di Kota Malang semakin menggeliat. "Lokasi kampung budaya Polowijen sangat tepat. Sisi histori, demografi, dan SDM sudah mendukung," ucap dia. Jadi, kami dari disbudpar sangat mendukung munculnya kampung wisata yang membudidayakan kesenian di Kota Malang," sambungnya.

Selain di kampung wisata budaya Polowijen, kampung wisata lainnya juga bermunculan. Sebut saja kampung nudaya Buring, kampung budaya Celaket, dan kampung budaya Sukun. "Jadi, pengembangan kampung wisata di tempat-tempat lain semuanya bergerak dan beresonansi menumbuhkembangkan wisata budaya," ujar Ida Ayu.

Ke depan disbudpar akan menjadikan kampung budaya Polowijen sebagai destinasi wisata yang yang mengunggulkan budaya Kota Malang. Kemudian di kampung budaya Polowijen juga terdapat gedung Sasana Budaya Ken Dedes untuk sanggar edukasi budaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Malang maupun dari luar kota.

"Sekarang gedung sasana budaya masih pembangunan, tapi sudah diresmikan Pak Wali (Wali Kota H M. Anton) melalui simbolisasi peletakan batu pertama hari ini (Minggu, Red)," ucap dia. (*)

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top