Dokter: Bukan Putih Tapi Cantik Itu Kulit Sehat Terawat

Banyak wanita melakukan perawatan kulit demi mendapatkan kecantikan sempurna (Foto: Rully Novianto/ MalangTIMES)
Banyak wanita melakukan perawatan kulit demi mendapatkan kecantikan sempurna (Foto: Rully Novianto/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Semua perempuan tentu memimpikan memiliki paras cantik. Pada zaman dahulu, Ratu Mesir Cleopatra begitu diagungkan dan dianggap sebagai simbol kecantikan peradaban kuno.

Demi mendapatkan pinggang ramping, banyak perempuan Eropa rela bersakit-sakit menggenakan korset ketat.

Hanya demi anggapan bahwa cantik adalah mereka yang punya kaki mungil, maka perempuan di Jepang dan China rela berjinjit agar kaki mereka terkesan kecil.

Lantas, apa persepsi cantik menurut Anda? Bila pertanyaan ini diajukan kemungkinan terjawab singkat yakni cantik itu putih. 

Doktrinisasi kaum kapitalis, cantik berarti perempuan yang bertubuh langsing, rambut hitam lurus berkilauan, hidung mancung, bibir seperti delima merekah, mata bening, dan berkulit putih.

Survei yang diadakan oleh Independent Research Agency Taylor Nelson Sofres (TNS) membeberkan fakta bahwa 80 persen wanita Indonesia ingin memiliki kulit putih ketimbang melawan tanda penuaan.

Survei tersebut dilakukan kepada 1.800 wanita berusia antara 20-39 tahun di lima negara Asia, yakni India, Indonesia, Korea, Filipina, dan Thailand.

Mitos bahwa kulit cantik harus putih seakan sudah menjadi legenda. Benarkah demikian?

Menurut dokter spesialis kecantikan Sinta Murlistyarini definisi cantik ialah berkulit putih, tidak bisa dijadikan patokan. 

"Setiap orang punya tipe kulit berbeda-beda yang disuaikan dengan genetik dan geografis," jelas dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya itu, pada MALANGTIMES.

Warna kulit orang Indonesia ada yang kuning langsat dan sawo matang. Warna yang terkenal eksotis dan dikagumi oleh para bule. 

Namun, diakui Sinta banyak pasien yang datang padanya meminta agar kulit mereka menjadi putih. Sungguh itu persepsi yang kurang tepat. 

"Yang betul bukan memutihkan tapi mencerahkan yakni mengembalikan warna asli kulit," jelas Sinta. 

Bagaimana agar kulit tidak sekedar cerah, namun juga sehat dan terawat? 

"Perawatan dari dalam, bisa dengan konsumsi makanan yang nutrisinya seimbang antara karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan antioksidan. Jangan lupa juga, minum air putih," saran wanita ayu itu. 

Sedangkan, perawatan kulit dari luar dilakukan dengan langkah berikut. Pertama, Anda harus cukup tidur di malam hari. Karena saat tidur, terjadi proses regenerasi sel.

Kedua, rutin membersihkan kulit. "Perawatan simpel, misalnya mandi dua kali sehari dengan sabun yang mengandung pelembab," kata dokter yang membuka praktik di Jalan Diponegoro Kota Malang itu.

Langkah ketiga ialah menggunakan pelembab agar kulit lebih sehat, lembab, halus dan lembut.

Pelembab digunakan sesudah membersihkan wajah karena kondisi kulit lebih lembab sehingga penyerapan krim lebih baik. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top