Menunduk Terlalu Lama Melihat Smartphone, Akibatnya Fatal

Dokter Bedah Saraf Sofyan.dr.SpBS (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Dokter Bedah Saraf Sofyan.dr.SpBS (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jika Anda termasuk orang yang suka bermain gadget, nampaknya kebiasaan tersebut harus dikurangi. Bila tidak maka akan berakibat fatal.

Menunduk dalam jangka waktu yang lama bisa berdampak buruk pada pada kesehatan, bahkan bisa jadi menyebabkan hal yang fatal. Banyak yang tidak menyadari kalau sendi di leher melakukan gerakan paling banyak dibanding dengan sendi dari bagian tubuh yang lain.

Karena itu, hal tersebut berpeluang terjadi kerusakan bantalan pada sendi leher atau degenerasi lebih awal. Data terbaru menyatakan 50% usia diatas 50 tahun mengalami degenerasi yang disebut dengan spondilosis leher yang ditandai dengan leher dan bahu sebagai keluhan paling menonjol, nama lainnya bisa disebut kecetit di leher.

Dokter Bedah Saraf rumah sakit Persada Hospital Sofyan.dr.SpBS mengatakan, pihaknya memang baru saja menangani kasus penyakit kecetit leher beberapa waktu yang lalu. Namun pasien yang telah dioperasi sekarang sudah pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa.

"Makanya dengan gaya lifestyle sekarang, apalagi sering menunduk berlama-lama melihat smartphone, itu juga bisa berpotensi untuk terkena penyakit kecetit leher ini, makanya jangan sering terlau lama menunduk, jangan meremehkan hal itu," tandasnya ketika ditemui di kantornya.

Gejala awalnya memang ringan, hanya mengalami kesemutan, namun penderita dapat mengalami kelumpuhan. Hal ini disebabkan karena adanya penekanan saraf sumsum leher akibat dari bantalan diskusi yang lepas karena penebalan ligamen pelindung saraf dan pengapuran tulang leher yang menyusun akar saraf.

"Keluhannya ya seperti nyeri leher yang menusuk, rasa terbakar jika malam hari, bahkan nyeri menjalar sekitar telinga dan mata kadang kepala juga disertai migrain. Disertai nyeri di puncak bahu sampai ke dada, jalan terasa kaku, jika dibiarkan bisa menjadi gangguan buang air besar, bahkan tidak dapat menahan air seni dan mengalami gangguan seksual," tandas Dokter asal Malang ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika hal ini tetap dibiarkan dan tidak segera mendapat penanganan maka penyembuhan satu-satunya adalah dengan cara operasi.

Dalam operasi pemulihan sendiri saat ini telah menerapkan metode bedah saraf yang cepat mudah dan dijamin kesembuhannya dengan menggunakan teknik operasi modern bedah mikro yang disebut keyhol surgery.

"Dengan menggunakan metode dalam melakukan operasi ini maka tidak perlu membuat luka bedah yang besar namun hanya sebesar 2 cm jadi pendarahan yang bisa terminimalisir," terangnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top