Wali Kota Malang: Kompetisi Hackfest Tumbuhkan Digital Teknologi di Daerah

Wali Kota Malang H M. Anton (kanan) secara simbolis membuka kompetisi Hackfest 2017 dengan menekan tombol aplikasi digital di Kantor Digital Innovation Lounge (Dilo) Kota Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Wali Kota Malang H M. Anton (kanan) secara simbolis membuka kompetisi Hackfest 2017 dengan menekan tombol aplikasi digital di Kantor Digital Innovation Lounge (Dilo) Kota Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Apresiasi tinggi disampaikan Wali Kota Malang H M. Anton terhadap penyelenggaraan kompetisi BNI Hackfest 2017. Anton menyampaikan, lomba aplication developer tersebut menumbuhkan perkembangan teknologi era digital teknologi, inovasi, dan kreativitas bangsa.

Hal itu disampaikan Anton saat membuka kompetisi BNI Hackfest 2017 di Digital Innovation Lounge (Dilo) Kota Malang, Sabtu (11/3/2017). Menurut Anton, atas kemajuan teknologi yang berkembang saat ini, perlu generasi penerus yang menelurkan beragam inovasi, kreativitas, dan ide yang cemerlang.

"Pemerintah sangat mendukung ide dan inovasi yang dibuat anak-anak muda dalam mengembangkan aplikasi berbasis digital. Apalagi Kota Malang menuju e-commerce yang lebih baik lagi," ujar orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut.

Selain menjadi Kota Pendidikan yang memiliki sekitar 55 perguruan tinggi, generasi muda di Kota Malang sudah menunjukkan inovasi digital ke kancah nasional dan internasioanal. "Kami bangga dengan inovasi anak muda sekarang. Mereka membuat terobosan baru yang memberikan manfaat kepada publik. Misalnya aplikasi teknologi yang dipasang di perkantoran dan fasilitas umum. Dampaknya bisa dirasakan masyarakat secara langsung," ungkap Anton di hadapan puluhan peserta BNI Hackfest.

Dia menegaskan, Pemkot Malang selalu mendukung pengembangam ide kreatif dan inovasi di kancah nasional maupun internasional. "Kita harua mendukung inovasi yang diluapkan generasi muda, baik di bidang teknologi, sosial, pendidikan maupun ekonomi. Semakin banyak kreativitas anak muda yang dikeluarkan, akan mendongkrak kemajuan daerah," ujarnya.

Sementara, panitia Kompetisi Hackfest Miftahul Huda menerangkan, ada 95 tim yang lolos administrasi. "Kami  seleksi lagi dan terpilih 50 tim terbaik yang mengikuti lomba membuat aplikasi berbasis teknologi bidang layanan publik, bisnis, sosial dan komersial," kata Huda kepada MalangTIMES.

Peraturan lombanya, setiap tim terdiri atas 2 orang. Mereka akan membuat aplikasi digital dalam waktu 24 jam.

"Mereka mmebuat tema aplikasi bisnis e-commerce, pelayanan publik, perbankan, dan sosial budaya. Tujuaannya untuk mengembangkan potensi digital daerah, khususnya di Kota Malang," ucap dia.

Kompetisi ini didukung dari komunitas Malang Creative Fussion (MCF) dan STArtup SIngO edaN (Stasion). Keduanya merupakan sebuah komunitas startup lokal yang dibentuk untuk menjadi penggerak industri bisnis digital dan teknologi di Kota Malang.

Komunitas ini bertujuan untuk menetaskan ide yang saling terhubung, berkolaborasi, serta bekerja sama dan berinovasi bidang teknologi dan bisnis.

Dalam acara itu, juga hadir Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang Dra Tri Widyani Pangestuti MSi. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top