Hj. Latifah Shohib: Darurat Negara Obatnya 4 Pilar MPR

Anggota DPR RI dari PKB, Hj. Latifhah Shohib mengatakan dengan kembali ke 4 pilar berbangsa dan bernegara berbagai persoalan di RI bisa diatasi, Senin (20/02) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Anggota DPR RI dari PKB, Hj. Latifhah Shohib mengatakan dengan kembali ke 4 pilar berbangsa dan bernegara berbagai persoalan di RI bisa diatasi, Senin (20/02) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kondisi bangsa dan negara yang terus dirundung kondisi darurat, baik oleh kepungan narkoba, miras, radikalisme, terorisme, pornografi hanya bisa diobati apabila seluruh warga dan pemangku kepentingan kembali ke empat pilar MPR yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945.

Begitulah pesan kuat yang disampaikan oleh Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dapil V Malang Raya saat memberikan penguatan 4 pilar dalam rangkaian sosialisasi selama seminggu secara maraton (13-19/02) di Malang Raya dan berakhir di kampus Unira Kepanjen.

"Berbagai peristiwa dalam beberapa tahun belakangan ini seringkali menyentak nurani dan pikiran kita, baik dari pusat kota sampai daerah," kata Hj. Latifhah Shohib. 

Ia pun mencontohkan setiap hari peristiwa kriminal, politik yang mengarah bentrok horizontal, korupsi sampai pada kekerasan seksual pada anak-anak telah menjadi peristiwa harian di berbagai media massa, Senin (20/02).

"Kita memiliki 4 pilar kokoh yang teruji waktu dan peristiwa. Saat kita bersama menyelami isinya dengan baik dan benar,saya yakin tidak akan terjadi hal-hal tersebut," ujar Latifhah.

Dia juga menceritakan para pendiri bangsa dan negara Republik Indonesia yang bersatu dan berpegang teguh pada 4 pilar hingga Indonesia berdiri sampai sekarang.

"Komitmen kebangsaan dan kenegaraan yang ditonjolkan para pendiri bangsa yang sekarang semakin menghilang. Ini bisa kita lihat dengan adanya kelompok-kelompok yang ingin mengganti 4 pilar," tegasnya.

Menurutnya proses perumusan Pancasila dari 1 Juni hingga disahkan 18 Agustus 1945 merupakan bentuk dasar negara yang final.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 100 orang dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Malang ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Malang, Ketua PC NU Kabupaten Malang dan Rektor Unira Kepanjen sebagai wujud  implementasi UU No. 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang menugaskan MPR untuk menyosialisasikan Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Apa yang membuat kita bersatu dan tidak terpecah belah adalah karena Indonesia dibingkai Pancasila dan UUD 1945. Tanpa pilar tersebut kita akan terus dirundung berbagai persoalan yang menghancurkan negara tercinta ini," pungkas Latifhah.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Aditya Fachril Bayu
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top