Konsep Taman Kreatif Ala Trafalgar Inggris Akan Dibawa ke Kota Malang

Taman Zona Kreatif (Tazokraf) mengusung konsep taman publik dengan suguhan pertunjukan seniman Malang akan dilaunching pada Minggu (19/2/2017) esok. (foto: ist)
Taman Zona Kreatif (Tazokraf) mengusung konsep taman publik dengan suguhan pertunjukan seniman Malang akan dilaunching pada Minggu (19/2/2017) esok. (foto: ist)

MALANGTIMES - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang kian getol meningkatkan ekonomi kreatif. Sebuah terobosan pun disiapkan dinas yang dikepalai oleh Ida Ayu Made Wahyuni itu.

Taman Zona Kreatif atau disingkat Tazokraf akan segera dilaunching pada Minggu (19/2/2017) esok. Dijuluki zona kreatif karena nantinya Dispudbar Kota Malang bakal menggandeng 25 komunitas untuk melakukan pentas seni bersama di Alun-Alun Merdeka Kota Malang.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Malang Heri Sunarko menjelaskan apabila nantinya Tazokraf ini melibatkan berbagai komunitas mulai musik, tari, lukis, kuliner, fashion dan lain sebagainya. 

"Kami terinspirasi dengan Trafalgar Square di Kota London, Inggris. Di situ banyak komunitas berkumpul dan mempertontonkan kebolehan mereka. Nah, kenapa tidak di Kota Malang kita buat seperti itu apalagi taman-taman kota sekarang juga mendukung," jelas Heri saat ditemui MALANGTIMES, pada Jumat (17/2/2017).

Trafalgar Square berada di Westmeinster, Pusat Kota London, Inggris. Taman terbuka publik di Kota Ratu Elizabeth itu telah lama dikenal karena menyajikan pertunjukan berbagai komunitas yang memikat.

Lebih lanjut, Heri memaparkan 25 komunitas yang diajak bergabung itu memiliki kualitas prima. Diantara mereka ada profesor musik asal AS Anne K. Ramussen yang rencananya akan datang bersama komunitasnya. Bila tak ada aral, Anne pun akan memberikan workshop kepada para seniman di Kota Malang. 

Disinggung soal mengapa memilih pertunjukan seni di Alun-Alun Merdeka Malang, Heri membantah bila Tazokraf hanya dilakukan di satu taman saja.

"Biar taman di Kota Malang ini tidak cuma buat santai-santai dan pacaran saja, makanya kita akan lakukan program di masing-masing taman mulai Taman Singha Merjosari, Taman Slamet, Taman Kunang-Kunang, Taman Merbabu dan Taman Malabar," papar Heri. 

Terkait hal tersebut, Heri menegaskan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukimab Kota Malang dan Satpol PP Kota Malang agar pelaksanaan pentas seni di masing-masing taman terlaksana dengan baik. 

"Rencana setiap hari Minggu di tiap-tiap taman ada pertujukan dari 25 komunitas ini. Nanti kami akan bagi komunitas ini ke taman mana saja. Dan setiap bulannya ada pentas seni bersama di Alun-Alun Merdeka," tandas Heri. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top