Inilah, Dasar Hukum Pembubaran 99 Koperasi di Kota Malang

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Tri Widyani. (foto : Imam Syafii/ MalangTIMES)
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Tri Widyani. (foto : Imam Syafii/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Tri Widyani membeberkan dasar pembubaran 99 koperasi tahun 2016. Akibat hal tersebut, jumlah koperasi di Kota Malang tahun ini menyusut menjadi 718 koperasi dari tahun sebelumnya. Pihaknya berharap koperasi yang ada di Kota Malang adalah koperasi yang aktif dan sehat.

Saat ditemui MalangTIMES di ruang kerjanya yang berada di Jalan Raya Panji Suroso No.18, Kecamatan Blimbing, Dia menjelaskan ada beberapa indikator dan faktor koperasi dibubarkan.

"Pembubaran koperasi dilakukan pada 21 maret 2016. Dimana jumlahnya saat itu 817 koperasi berbadan hukum. Tapi sekarang berkurang menjadi 718 koperasi saja," kata perempuan kerab disapa Yani tersebut, Jumat (17/2/2017).

Dia menjelaskan faktor pembubaran koperasi dilakukan berdasarkan keputusan pemerintah Pasal 46 Huruf b Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Pasal tersebut menyebutkan keputusan pembubaran koperasi dapat dilakukan berdasarkan keputusan dari pemerintah.

Kemudian, Pasal 49 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 bahwa keputusan pembubaran koperasi dilakukan oleh rapat anggota diberitahukan secara tertulis, oleh kuasa rapat anggota koperasi kepada semua anggota koperasi dan pemerintah.

Dia menerangkan, dasar pembubaran koperasi juga berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Bahwa pemerintah daerah sebagaimana telah diubah kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015. Kemudian, Peraturan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1994 tentang pembubaran koperasi oleh pemerintah.

Lalu, pembubaran koperasi ini dilakukan beberapa kajian. Dimana koperasi yang selama tiga tahun berturut turut tidak pernah melaksanakan rapat anggota tahunan koperasi, dilihat dari keanggotaan, kepengurusan, dari segi managemen dari segi aktifitas sama sekali sudah tidak ada. Maka koperasi tersebut dinyatakan bubar.

Dari Dinas Koperasi dan UMK sudah menurunkan tenaga bantu selama delapan bulan, untuk turun ke koperasi koperasi yang benar benar-sudah dianggap mati. Artinya tidak mempunyai tunggakan atau masalah kepada pihak ketiga.

"Misalkan masalah utang piutang kepada perbankan, dan dari data yang ada. Kemudian dilakukan verifikasi ulang dan mekanisme berikutnya adalah dari pemerintah mengumumkan di media masa sebanyak tiga kali pengumuman," tegasnya.

Untuk koperasi tidak aktif rencananya di bubarkan dan bila mana dari kurun waktu tersebut tidak ada verivikasi. Maka koperasi yang bersangkutan dibubarkan.

Disamping itu, Dinas Koperasi dan UKM melakukan terobosan dan inovasi dengan memanfaatkan kemajuan era teknologi. Diantaranya memakai sistem marketing online dengan menggerakkan E-Commers.

"Sistem ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas para pengurus koperasi dengan memberi bekal kemampuan teknologi informasi. Tapi kita bekali mereka dengan forum pertemuan dan melalui sosialisasi berkelanjutan," ujarnya.

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top