Inilah Tanggapan Wali Kota Malang Terkait Protes terhadap Transportasi Online

Wali Kota Malang H M. Anton menanggapi persaingan transportasi online. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Wali Kota Malang H M. Anton menanggapi persaingan transportasi online. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Persaingan bisnis transportasi online yang mewabah di Kota Malang mendapat kecaman dari para pengusaha angkutan umum. Terkait masalah itu, Wali Kota Malang H M. Anton menilai karena maindset masyarakat (penumpang) lebih modern sehingga memilih aplikasi online daripada menunggu di terminal.

"Maraknya transportasi online, saya menilai pola pemikiran masyarakat lebih memilih praktis dan tidak ribet menunggu di terminal ketika menggunakan jasa angkutan," kata pejabat uang akrab disapa Abah Anton tersebut.

Abah Anton menjelaskan, untuk menanggapi hal seperti itu, para pengusaha jasa angkutan harus memiliki pemikiran untuk mengubah mindset dalam persaingan transportasi online.

"Caranya, para pengusaha jasa angkutan bisa memikirkan bagaimana cara-cara mengolah sistem manajemen yang baik dan profesional, sesuai keinginan pasar. Supaya tidak kalah saingan dengan transportasi online," ungkap dia.

Abah Anton melihat kemajuan teknologi saat ini perkembangannya sangat pesat. Kemudian, langkah yang dihadapi para pengusaha jasa angkutan dalam menghadapi arus modernisasi jangan terbawa provokasi melakukan protes seperti itu.

"Memang mau tidak mau mereka harus menghadapi arus globalisasi berbasis online yang akan terus berkembang dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," ucapnya. 

Dia mengimbau Dinas Perhubungan Kota Malang untuk melakukan penataan jalur-jalur pribadi kendaraan. Sebab, akan ada banyak perubahan kebijakan yang rencananya akan dilakukan oleh pemerintah melalui dinas tersebut.

"Tujuan kebijakan untuk menjangkau berbagai wilayah yang berada di pinggiran itu untuk disambangi transportasi angkutam umum karena sekarang wilayah itu belum tersentuh sistem transportasi," ungkapnya.

Dia menilai masyarakat di wilayah pinggiran masih membutuhkan pelayanan transportasi dengan baik. Di sisi lain, hal tersebut menjadi potensi yang sangat besar bagi pengusaha jasa angkutan umum. "Supaya aktivitas masyarakat di sana seperti kerja, rumah tangga dan sekolah dapat berjalan dengan baik," ujarnya. (*)

Pewarta : imam syafii
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top