Pemkot Malang-Kodim 0833 Tanam 185 Pohon dan Bibit Lele di Bareng

Wali Kota Malang H M. Anton melakukan penanaman bibit pohon bersama Kodim 0833/Kota Malang di Lapangan Halilintar, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Wali Kota Malang H M. Anton melakukan penanaman bibit pohon bersama Kodim 0833/Kota Malang di Lapangan Halilintar, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang bersama Kodim 0833/Kota Malang melakukan penghijauan dengan cara menanam 185 pohon dan membudidayakan lele di Lapangan Halilintar, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen. Jumat (17/2/2017).

Wali Kota Malang H M. Anton mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk mewujudkan Gerakan Indonesia Menanam Pohon. Selain itu, dalam rangka menjaga dan melestarikan lingkungan hidup serta mengurangi pemanasan global.

"Usai saya melakukan sambung rasa di sini, saya memberi masukan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan. Ternyata saya melihat ada perubahan yang bagus di lingkungan ini," kata pria yang akrab disapa Abah Anton itu usai melakukan penanaman pohon dan pengadaan bibit lele.

Awalnya lingkungan tersebut sangat gersang dan becek ketika turun hujan. Karena itu, perlu rebosiasi lingkungan untuk penghijauan. Akhirnya pemkot menyediakan 185 bibit pohon dan pengadaan bibit lele bersama Kodim 0833/Kota Malang.

"Penanamam pohon untuk penghijauan di lingkungam sekitar. Bibit lele untuk pemberdayaan secara ekonomi mandiri masyarakat Bareng," ungkap Abah Anton.

Bibit pohon yang ditaman di wilayah tersebut di antaranya 50 bibit mahoni, 15 bibit mangga, 10 bibit sirsak, 10 bibit kelengkeng, 50 bibit trembesi, dan 50 bibit kesambi.

Kemudian, terkait pengadaan bibit lele, masyarakat juga meminta untuk ditambah jumlah bibit lele. Penambahan itu diharapkan bisa segera direalisasikan pemerintah karena potensi lahan kosong di wilayah tersebut mendukung.

"Tadi masayarakat meminta untuk penambahan bibit lele dan pengadaan tong sampah. Kami siap dan terus mendorong keinginan warga untuk meningkatkan pemberdayaan ekonominya," ucap Anton.

Untuk itu, pemerintah menginginkan masyarakat Bareng benar-benar merawat dan menjaganya. Selain itu, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum pekan ini akan melakukan pembenahan pelengsengan sungai di wilayah tersebut.

"Minggu depan saya berkoordinasi dengan dinas PU untuk pembenahan pelengsengan sungai di sini. Agar aliran air berfungsi dengan baik," ujar Abah Anton.

Dia berpesan kegiatan ini sangat positif dalam rangka menjaga kestabilan alam dengan cara melakukan penghijauan. Dan, masyatakat selalu menjaga dan selalu melestarikan alam agar terhindar dari bencana alam.

Pewarta : imam syafii
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top