Kodim 0818 Dukung Program Penambahan Luas Tanam dan Produksi Padi Kabupaten Malang

Kodim 0818 bersama Pemkab Malang siap menyukseskan penambahan luas tanam dan produksi dalam acara Panen Raya Padi di Desa Pandanrejo Pagak, Kamis (16/02) sore
Kodim 0818 bersama Pemkab Malang siap menyukseskan penambahan luas tanam dan produksi dalam acara Panen Raya Padi di Desa Pandanrejo Pagak, Kamis (16/02) sore

MALANGTIMES - Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dalam mendukung ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan bangsa, bukan hanya didasari adanya MoU (Memorendum of Understanding) belaka, tetapi sebagai bentuk kesadaran atas lahirnya TNI dari rahim rakyat yang notabene adalah petani.

Dengan dasar tersebut, Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu akan selalu siap dan mendukung berbagai program pertanian bersama petani dan Pemkab Malang menyukseskan ketahanan pangan di Kabupaten Malang.

"Kami akan selalu ada untuk hal tersebut. Misal sekarang adanya kebijakan Pemerintah Pusat untuk menambah luas tanam dengan target peningkatan hasil produksi sekitar 28 persen dari tahun lalu," kata Komandan Kodim (Dandim) 0818  Letkol. Arm. Muridan. S.Si., M.Sc.  Kamis (16/02) sore dalam acara  Panen Raya Padi di Desa Pandanrejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang.

Muridan juga mengatakan, adanya target penambahan jumlah produksi padi sekitar 28 persen dari Pemerintah Pusat akan berat dicapai kalau seluruh elemen berjalan sendiri-sendiri.

"Asumsinya kenaikan produksi padi dengan lahan sekarang 71.433 hektar menjadi 95.652 hektar. Tetapi beban berat ini akan menjadi ringan kalau kita bergerak bersama," ujarnya yang mengutip pengarahan Bupati Malang bahwa pemkab akan membantu untuk urusan pengairan  irigasi, alat sistem pertanian (alsistan) dan juga benih bagi petani.

"Kami dari Kodim juga siap meminjamkan Alsistan dan pendampingan petani seperti tahun lalu. Selain itu anggota kami di desa juga akan membantu dalam pengawasan pupuknya kalau terjadi hal tidak diinginkan," tegas Muridan.

Dalam acara tersebut Dandim 0818 ikut secara langsung memanen padi dan penanaman padi bersama Bupati Malang, Wakil Bupati, Kapolres Malang serta jajaran dinas terkait dan Muspika dari lima kecamatan.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top