Tiga Anggota Dewan Dukung FPI Tetap Eksis di Kabupaten Malang

Tiga Dewan dari Komisi A dan Komisi B mendukung keberadaan FPI di Kab. Malang dalam hearing bersama Gemas di Ruang Serbaguna DPRD Kab. Malang, kamis (16/02) (Nana/MalangTIMES)
Tiga Dewan dari Komisi A dan Komisi B mendukung keberadaan FPI di Kab. Malang dalam hearing bersama Gemas di Ruang Serbaguna DPRD Kab. Malang, kamis (16/02) (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kedatangan 13 orang perwakilan Organisasi Massa Islam yang tergabung dalam Gemas (Gerakan Masyarakat Ahlusunah wal Jamaah) ke Gedung DPRD Kabupaten Malang, menuai hasil positif.

Pasalnya tiga anggota Dewan yang menerima  Gemas yaitu Mukhamad Fauzi, Wakil Ketua Komisi B dan anggota yaitu Imam Bashori serta Kuncoro dari Komisi A, menyatakan bahwa Front Pembela Islam (FPI) wajib eksis di Kab. Malang.

"Kita tentunya mendukung dengan kiprah FPI di Kabupaten Malang yang telah memberikan jejak kepedulian sosial maupun kemanusiannya selama ini," kata Mukhamad Fauzi, Kamis (16/2/2017) di Ruang Serbaguna DPRD Kab. Malang.

Selain hal tersebut, Fauzi juga menyampaikan kepada Gemas bahwa masalah adanya informasinya bahwa DPRD Kabupaten Malang setuju dengan adanya pembubaran ormas Islam yang dianggap radikal ini, serta telah berkirim surat ke Jakarta tidak benar.

"DPRD belum menandatangani surat pembubaran FPI. Untuk masalah itu butuh rapat dan musyawarah, jadi tidak bisa begitu saja dibubarkan,"ujar Politisi dari PKB ini.

Dia juga memberikan masukan kepada Gemas agar lebih memperbanyak dakwah yang bisa menyentuh masyarakat.

Imam Bashori juga senada mengatakan, keberadaan FPI dibutuhkan dalam rangka mengawal Indonesia pada umumnya dan Kab. Malang khususnya.

Dengan berbagai tindakan sosial kemanusiaannya selama ini FPI wajib eksis dan terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat Kab. Malang.

"Saya sebagai muslim mendukung FPI untuk terus eksis. Kalau selama ini FPI dikesankan anarkhis, radikal maka ini tantangan agar lebih banyak mengekspos hal-hal positif,"ujar Bashori yang juga mengatakan, tidak mudah membubarkan sebuah ormas karena ada regulasinya.

"Ada aturannya tidak bisa sembarangan membubarkan. Selain itu juga setahu saya NU sendiri tidak pernah memberi instruksi agar FPI dibubarkan,"lanjutnya.

Menguatkan dukungan dua sejawatnya, Kuncoro anggota Komisi A juga menyatakan secara lugas bahwa adanya keinginan ormas membubarkan FPI di Kab. Malang jumlahnya sedikit.

"Sangat sedikit dan kita juga bukan orang-orang yang mudah ditarik-tarik untuk ikut atas kehendak mereka,"ujarnya. Dia juga berharap banyak kepada FPI dalam merebak dan merajalelanya kemungkaran yang terjadi saat ini.

"FPI wajib eksis dan ada di sini dalam upaya melawan kemungkaran,"tukas penggemar Imam Besar FPI, Habib Rizieq.

 

Pewarta : Nana
Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top