Lucu, Pom Pom Sandal dari Bahan Bekas Kreasi Desainer Malang

Desainer Hermina Andreyani kala membuat pom pom sandal di studionya di Perum Taman Sulfat Kota Malang (Foto : Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Desainer Hermina Andreyani kala membuat pom pom sandal di studionya di Perum Taman Sulfat Kota Malang (Foto : Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ladies, bila kamu penggemar sandal motif pasti sudah tidak asing lagi dengan sandal bulu berbentuk bulat atau populer dengan sebutan pom pom sandal ini.

Tapi bagaimana jadinya ya bila sandal lucu nan unik ini dibuat dari bahan-bahan bekas? 

Desainer Malang Hermina Andreyani berkreasi membuat pom pom sandal produksi tangan dengan memanfaatkan bahan bekas.

"Ide awalnya karena teman saya di Jakarta bisa membuat sendiri banyak aksesoris. Terus saya kepikiran kenapa nggak saya buat sandal untuk fashion show saya. Daripada beli mahal, mending buat sendiri," tutur desainer yang tergabung dalam Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang itu saat ditemui MALANGTIMES, Kamis (16/2/2017).

Hermina menerangkan pom pom sandal memang tergolong produk fashion yang lumayan mahal. Bahkan di luar negeri, harga pom-pom sandal bisa capai Rp 1 juta.

Oleh karena itulah, Hermina inisitiaf membuat sendiri pom pom sandal dengan memanfaatkan bahan bekas. 

Wanita yang menekuni dunia fashion sejak 1977 itu membuat pom pom sandal dari bekas produksi mebel. Sisa industri itu ia buat alas sandal, Hermina lantas menjahit sendiri alas pom pom sandal kreasinya.

Nah, bulu berbentuk bulat atau pom pom yang dihias disekeliling sandal itu pun ia buat sendiri menggunakan alat pembuat pom pom atau pom pom maker. Harga alat ini terjangkau yakni Rp 50 ribu.

"Benang siyet saya bentuk dengan menggunakan pom pom maker ini. Setelah jadi, siapkan pita motif yang nanti dihias bersama pom pom. Pita ditempel dengan lem khusus. Kemudian, pom pom tadi diikat di tempat yang diinginkan," jelas wanita yang pernah mengenyam pendidikan mode di Australia itu. 

Bila alas sandal berbahan bekas, lain halnya dengan pita motif sebab Hermina mengaku harus mencari toko yang pas agar desain pom pom sandal tetap tampil cantik.

"Agak susah mencari pita motif untuk pom pom sandal di Malang. Saya harus ke Surabaya bahkan Jakarta," akunya. 

Puluhan tahun menekuni dunia mode tak membuat Hermina kesulitan hingga dalam satu malam ia bisa membuat sepuluh pasang sandal.

Kesulitan baginya adalah soal waktu sebab aktivitas sebagai desainer dan pengajar fashion sudah menyita banyak waktu.

Meski begitu, karya limited edition pom pom sandal Hermina sudah diakui oleh banyak orang. "Karena ini kemarin untuk fashion show saya di Bandung banyak model yang pakai dan endorse sendiri, selain itu pesanan mulai banyak sampai ada yang ingin jadi reseller," papar pengajar Quinna School of Fashion itu.  

Produk pom pom sandal karya desainer Malang Hermina Andreyani ini dijual dengan harga terjangkau dan masih sebatas dipajang di toko online berlabel Deminaya melalui akun Instagram mereka, @deminaya_.(*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top