Kantor SKPD Menarik Parkir Sendiri Tanpa Karcis Resmi Mulai Dikeluhkan Warga

Hafi Lutfi, Kadishub, Kabupaten Malang menyatakan potensi parkir di Kab. Malang cukup potensial kalau seluruh instansi bisa melepas ego sektoralnya, Kamis (16/2/2017) (Nana/MalangTIMES)
Hafi Lutfi, Kadishub, Kabupaten Malang menyatakan potensi parkir di Kab. Malang cukup potensial kalau seluruh instansi bisa melepas ego sektoralnya, Kamis (16/2/2017) (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mulai banyak warga yang memiliki urusan di kantor-kantor Pemerintah Kabupaten Malang bertanya dan sedikit mengeluh tentang pemberlakuan parkir kendaraan tanpa karcis resmi.

Pemberlakuan parkir kendaraan dengan karcis berupa kertas hvs maupun kertas lain bahkan sampai tidak adanya tanda apapun berada di beberapa kantor dinas Kabupaten Malang.

Misalnya di Dinas Pendidikan, Pendopo Kabupaten Kepanjen, maupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Tarif parkir yang dikenakan sama dengan berbagai tarif parkir yang dikoordinir oleh Dinas Perhubungan (Dishub), yaitu Rp. 2000 untuk kendaraan roda dua.

Hafi Lutfi, Kadishub, Kabupaten Malang menyatakan keberadaan parkir di dalam areal perkantoran Pemkab Malang tidak masuk dalam koordinir dan wilayahnya.

"Untuk hal itu kita tidak tahu dan bukan wilayah kita,"katanya singkat, Kamis (16/2/2017).

Dia juga menambahkan kemungkinan adanya parkir tersebut merupakan kebijakan di setiap instansi untuk memberdayakan para honorernya.

"Tetapi yang jelas kami tidak pernah mengeluarkan karcis retribusi untuk parkir di dalam kantor,"ujarnya yang juga menambahkan Dishub hanya bekerjasama dalam masalah perpakiran dengan Dinas Kesehatan yaitu di areal Puskesmas dan Dispendukcapil.

"Saat ini baru dua dinas tersebut yang bekerjasama masalah parkir di dalam areal kantor, lainnya belum,"ujar mantan Kepala BPBD Kabupaten Malang ini.

Masalah perparkiran yang selalu menjadi permasalahan tersendiri, menurut Lutfi sebenarnya bisa menjadi potensi penambahan Penerimaan Asli Daerah (PAD) yang tahun ini ditarget bisa menghasilkan Rp 2,1 Miliar.

"Potensinya besar kalau seluruh instansi menanggalkan ego sektoralnya. Misalnya parkir diareal perkantoran tersebut atau di beberapa Rumah Sakit,"ungkapnya yang pernah juga menyampaikan hal tersebut kepada DPRD saat melakukan kunjungan ke Gondanglegi.

Selain akan menambah retribusi parkir dalam memenuhi target PAD, apabila masalah perparkiran dilaksanakan secara integral di bawah Dishub juga berekses pada kenyamanan pengendara roda dua yang dikenai tarif parkir.

"Seharusnya begitu, mas. Kalau terintegrasi dan terkoordinir dengan baik saya yakin dari parkir ini bisa menambah PAD yang ujungnya juga bagi masyarakat," kata Agus Widodo, Kepala Bidang Parkir Dishub yang juga menegaskan rumusnya hanya lepaskan ego sektoral.

Mengenai target penghasilan retribusi parkir yang telah ditetapkan sebesar Rp. 2,1 Miliar, Lutfi mengatakan akan terus mengidentifikasi potensi-potensi baru tempat parkir.

"Salah satunya adalah lokasi parkir di berbagai wilayah wisata yang akan kita garap tahun ini,"katanya sambil mengatakan bahwa titik-titik parkir di Kab. Malang sifatnya dinamis.

"Ada yang tahun lalu aktif, sekarang mati. Pun yang dulu belum jadi titik parkir kini sudah ramai,"pungkasnya.

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top