Pemerintah Kota Malang Getol Kembangkan Ruang Terbuka untuk Publik

Wali Kota Malang, H. M. Anton saat memimpin rapat perencanaan revitalisasi taman di Kota Malang di Ruang Walikota Malang. Kamis, (16/2/2017). (Foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, H. M. Anton saat memimpin rapat perencanaan revitalisasi taman di Kota Malang di Ruang Walikota Malang. Kamis, (16/2/2017). (Foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang kian getol membangun taman dan kampung tematik secara berkelanjutan. Karena keberadaan dua unsur itu mampu menarik kunjungan wisatawan ke Kota Malang.

Wali Kota Malang, H.M.Anton mengatakan keberadaan taman yang bermunculan di Kota Malang memang menjadi magnet yang kian menjadi idola masyarakat. 

"Saya melihat masyarakat sekarang lebih senang berlama-lama di taman. Mereka bisa menikmati beragam fasilitas yang ada secara gratis," ujar Anton

"Jadi revitalisasi dengan menggandeng berbagai stakeholder selalu kami upayakan untuk kemajuan Kota Malang. Selain itu, ada area kosong yang bisa dibuat ruang publik kami kembangkan, sesuai kebutuhan masyarakat," ungkap Anton.

Sebagai Kota Pendidikan dan Layak Anak, lanjut dia, area kosong yang dijadikan ruang publik dalam waktu dekat ini adalah taman yang berada di kawasan Hamid Rusdi, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing.

"Tahun ini akan dibangun taman di kawasan Hamid Rusdi letaknya berada di tikungan jalan. Desainnya dan CSRnya sudah ada tinggal proses pembangunannya saja. Kalau di situ tidak dibangun ruang publik akan menjadi kawasan kumuh," pekiknya.

Dia menginginkan tempat penyeberangan jalan di Kota Malang akan dibuat dengan teknologi yang canggih. Sehingga akan menjadi pilot project bagi daerah lainnya. 

"Nanti kita akan menggunakan sistem traffic light dengan sensor otomatis yang mendeteksi jumlah pengguna jalan. Jadi kalau pengendara ramai atau sepi lampu secara otomatis mengatur lalu lintasnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang, Erik Setyo Santoso menambahkan dengan adanya penambahan taman di Kota Malang, maka perawatan dan pengembangan taman anggaran dan personil otomatis bertambah. 

"Sekarang sekitar 300 petugas komando atau polisi taman yang melakukan perawatan dan pemeliharaan kebersihan di setiap titik taman. Setiap tahunnya kita menambah sekitar 50 orang tenaga harian lepas," kata Erik.

Lanjut Erik, anggaran pemeliharaan taman secara keseluruhan sebesar Rp 7 Miliar. Dana tersebut untuk gaji anggota, perlengkapan maupun kebutuhan lainnya.

Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top