Dishub Ubah Image Hanya Urusi Parkir dan Terminal

Kadishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi di ruang kerjanya, Kamis (16/02). (Foto: Nana/MalangTIMES)
Kadishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi di ruang kerjanya, Kamis (16/02). (Foto: Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Malang bakal berubah. Kepala Dishub Hafi Lutfi mengatakan saatnya mengubah image di dalam masyarakat mengenai keberadaan dinas yang baru dipimpinnya ini.

Dia merasa selama ini masyarakat, bahkan DPRD Kabupaten Malang, terlalu lekat mencitrakan dishub dengan dua urusan saja, yaitu parkir dan terminal. "Ini yang sedang kami coba ubah. Dishub tidak hanya bertugas di dua ruang itu saja," ujarLutfibdi ruang kerjanya, Kamis (16/02) kepada MALANGTIMES.

Citra dishub tersebut memang diakui Lutfi terlalu lekat dalam pikiran banyak orang. Padahal dishub juga memiliki fungsi dalam memperlancar arus lalu lintas, baik kendaraan maupun penyeberang jalan, rambu-rambu dan kelaikan jalan sampai pada sistem informasi bagi pengguna jalan.

"Ini yang sedang kami kuatkan di tahun ini, terutama dalam menyinergikan program kedinasan dengan program optimalisasi pariwisata," kata Lutfi.

Dia menerangkan dalam dua bulan terakhir ini sudah memasang rambu dan informasi di wilayah Malang Selatan sebanyak 50 buah. "Tujuannya agar wisatawan baik dalam maupun luar daerah terbantu saat mendatangi lokus-lokus wisata yang ada di Kabupaten Malang," imbuhnya. .

Lutfi berjanji akan terus meningkatkan beberapa program yang bisa meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di wilayah perhubungan. "Saya contohkan kondisi terminal yang kita ketahui bersama. Kita coba memanfaatkannya menjadi ruang interaksi masyarakat setempat yang bisa memberi nilai tambah," katanya.

Dengan slogan BISA (brilian, inovatif, speed, akuntabel), mantan kepala BPBD Kabupaten Malang ini akan melakukan optimalisasi sumber daya manusia (SDM) perangkatnya. "Ini sudah mulai kami lakukan. Misalnya jam kerja menjadi 7 hari 24 jam serta penyebaran perangkat dishub setiap pagi bersama polantas untuk mengurai kemacetan," terangnya. Jadi, masyarakat bisa tahu bahwa tugas dishub bukan hanya mengurusi parkir dan terminal.

Dalam konteks pariwisata, Lutfi juga mengatakan akan terus melakukan berbagai kegiatan yang nantinya akan memberikan rasa nyaman kepada wisatawan. "Kita telah koordinasi secara intensif dengan provinsi dan pusat mengenai bantuan anggaran dalam menguatkan pariwisata yang masuk dalam ranahnya dishub, seperti kelengkapan rambu-rambu lalu lintas dan berbagai medium informasi," ucap Lutfi. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top