Percaya Dukun, Dua Warga Tertipu Rp 90 Juta

Barang bukti yang diamankan Polsek Pagak dari dukun palsu Kalipare yang melakukan penipuan uang sebesar Rp 90 juta dari dua warga Pagak. (Istimewa)
Barang bukti yang diamankan Polsek Pagak dari dukun palsu Kalipare yang melakukan penipuan uang sebesar Rp 90 juta dari dua warga Pagak. (Istimewa)

Berhati-hatilah menaruh kepercayaan kepada orang saat berbagai masalah dan musibah sedang menimpa, terutama di zaman seperti ini. Jika tidak, bisa bernasib sama dengan dua warga asal Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, yang mengalami penipuan oleh warga Kalipare yang mengaku orang pintar atau dukun.

Tidak tanggung-tanggung, kerugian yang menimpa dua korban, Haji Sukur (50) dan Munib (51), oleh kelakuan dukun palsu berinisial MS alias ER alias GP bin S itu mencapai Rp 90 juta. "Kami merasa ditipu oleh ER dukun palsu asal Kalipare yang menyatakan bisa mengangkat harta karun, melancarkan usaha dan lainnya. Saya kena tipu sebanyak Rp 75 juta olehnya," kata Haji Sukur yang beralamat di Desa Sempol, Kecamatan Pagak, ini kepada MALANGTIMES via telepon (16/02).

Selain menjanjikan hal tersebut, sang dukun palsu yang ternyata tidak bisa melakukan apa yang diucapkannya kepada korban juga menjerat Munib (51), warga Desa Sumberkerto, dengan kerugian sebesar Rp 15 juta. "Orangnya memang meyakinkan sebagai dukun sakti, tetapi ternyata hanya kedok saja. Dia penipu yang tidak sakti sama sekali," ujar Munib.

Kelakuan dukun palsu yang menjanjikan bisa mengambil dan mengangkat harta karun serta menyembuhkan berbagai penyakit ini dilakukan antara November 2016 sampai Januari 2017. Kesal dengan janji-janjinya yang tidak terbukti, akhirnya dua korban melaporkan sang dukun ke Polsek Pagak.

"Dari laporan tersebut, kami langsung menangkap dukun palsu tersebut Selasa (14/02) lalu," kata Kapolsek Pagak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Harnoko. Dia juga menyatakan, dari pelaku, diamankan barang bukti (BB) berupa satu buah buku primbon dan satu buah barang berupa segi empat yang di dalamnya ada bentuk buah.

Modus operandi si dukun palsu itu adalah mengiming-imingi korban sampai benar-benar percaya akan kesaktiannya dalam berbagai hal gaib, baik mengangkat harta karun, memperlancar usaha, mengobati berbagai penyakit maupun membuat harmonis rumah tangga.

"Semua yang disampaikan tersebut bisa dilakukan dengan ritual yang membutuhkan dana untuk membeli berbagai syarat-syarat yang diperlukan,"bujar Harnoko yang menambahkan pelaku dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan sanksi pidana penjara paling lama empat tahun. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top