Skuad Bhayangkara FC Pede Hadapi Laga terakhir

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy ditemani translaternya (foto: Hendra Saputra/ MALANGTIMES)
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy ditemani translaternya (foto: Hendra Saputra/ MALANGTIMES)

MALANGTIMES- Laga terakhir Bhayangkara FC pada penyisihan grup 2 Piala Presiden 2017 melawan Persija Jakarta, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, menjadi penentu lolos tidaknya tim milik kepolisian tersebut ke 8 besar.

Pelatih Bhayangkara FC, Simom McMenemy mengatakan bahwa skuadnya sudah sangat percaya diri di laga terakhir melawan Persija. Karena sebelumnya Evan Dimas dkk mendapat hasil bagus kala berhadapan dengan PS TNI.

"Persiapan laga terakhir ini berjalan bagus, di pertandingan sebelumnya kemarin lawan PS TNI juga dapat hasil bagus. Anak-anak cukup percaya diri juga, mudah-mudahan dapat hasil terbaik," ujar Simon McMenemy.

Pelatih berkebangsaan Inggris itu menambahkan kalau para pemainnya saat menjalani Piala Presiden fisiknya kurang bagus, karena persiapan yang singkat. Namun ia tetap akan evaluasi pemainnya untuk berlaga di Liga 1 nanti.

"Saya menilai memang karena persiapan yang begitu singkat, jadi anak-anak pada saat main di babak kedua fisiknya kurang maksimal. Namun ini semua memang disiapkan untuk Liga 1, jadi kita tetap evaluasi para pemain," ujar Simon McMenemy.

"Untuk laga besok, saya sudah bicara pada anak-anak untuk menjaga kondisinya. Karena tidak mungkin main 90 menit terus, intinya besok hanya menjaga kestabilan permainan anak-anak saja," sambungnya.

Selain itu, untuk pemain asing yang ada di kubu Bhayangkara FC, Simon McMenemy mengaku belum ada yang pasti, karena ia belum puas dengan kemampuan pemain asingnya.

"Untuk pemain asing sampai sekarang belum ada yang pasti, ada 2 pemain asing yang sekarang menjalani trial di Bhayangkara FC, tapi sampai saat ini masih dalam proses evaluasi dan mencari opsi lain," jelas Simon.

Sementara itu kiper Bhayangkara FC, Wahyu Tri Nugroho mengaku akan mewaspadai semua pemain Persija, karena menurut dia pemain Macan Kemayoran sangat berbahaya jika berada di pertahanannya.

"Saya pikir pemain Persija merata kemampuannya, jadi kita harus mewaspadai semuanya," kata Wahyu singkat.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top