Kepala Staf Kodim 0818 Isi Jambore Nasional Pandu 1 Hidayatullah dengan Wawasan Kebangsaan

Kepala staf Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu Mayor Inf Bambang (memegang mikrofon) saat memberi ceramah wawasan kebangsaan kepada 1.500 peserta Jambore Nasional Pandu I Hidayatullah di Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Rabu (15/02) sore.
Kepala staf Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu Mayor Inf Bambang (memegang mikrofon) saat memberi ceramah wawasan kebangsaan kepada 1.500 peserta Jambore Nasional Pandu I Hidayatullah di Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Rabu (15/02) sore.

MALANGTIMES - Taman Wisata Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, akan menjadi saksi bagi tumbuh kembangnya wawasan kebangsaan (wasbang) yang disiramkan Kepala Staf Kodim 0818 Mayor Inf Bambang kepada sekitar 1.500 pelajar se-Indonesia yang mengikuti acara Jambore Nasional Pandu I Hidayahtullah, Rabu (15/02) sore.

Tema wasbang yang disampaikan Mayor Bambang kepada para pelajar yang didampingi para ustad ini mengenai bahaya narkoba, bahaya laten komunis, dan radikalisme terhadap generasi muda. 

"Tiga topik tersebut berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak saat ini yang akrab dengan teknologi. Tanpa adanya filter, empat perusak moral generasi muda ini akan mudah masuk dan menjadikan mereka korban," ujar Bambang kepada MALANGTIMES.

Bambang mencontohkan bahaya narkoba yang menjadi salah satu musuh utama generasi muda saat ini. "Narkoba semakin banyak jenisnya. Bahkan mereka memodifikasi bentuk narkoba agar disukai anak-anak. Tanpa adanya penanaman moral dan pemahaman dari guru, orang tua dan lainnya, akan mudah anak-anak kita terjebak oleh para pengedar narkoba," paparnya.

Ceramah wasbang yang disampaikan Bambang dengan gaya yang mudah dicerna dan dengan bahasa lugas itu membuat anak-anak antusias mendengarkannya. Hal-hal faktual tentang bahaya narkoba, bahaya laten komunis, dan radikalisme disampaikan dengan cara dan pola yang mudah dipahami peserta jambore ini.

Bahaya laten komunis dan radikalisme yang disinyalir mulai marak pada tahun-tahun lalu sampai sekarang ini juga menyasar generasi muda. "Anak-anak yang ikut jambore ini yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Karena itu, menjadi kewajiban seluruh elemen, khususnya kami di TNI, untuk menguatkan perisai terhadap berbagai bahaya yang mengepung  tanpa mereka kita sadari betul," ujar Bambang yang berharap dengan adanya penanaman wasbang ini, elemen perusak generasi muda bisa dienyahkan sedini-dininya.

Dia juga memberikan petuah kepada anak-anak dalam upaya menangkal bahaya narkoba, komunisme dan radikalisme yang bisa saja hadir dari berbagai sumber media, khususnya teknologi internet. "Hargai, patuhi orang tua maupun para ustad yang membimbing adik-adik semua agar terhindar dari berbagai bahaya yang bisa merusak di kemudian hari," ujarnya yang disambut semangat oleh 1.500 pelajar dan para ustad yang mendampingi.

Di akhir ceramahnya, kepala staf Kodim 0818 ini mengajak para peserta Jambore Hidayatullah berbuat yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara. "Jadilah anak-anak yang berprestasi, berguna demi masa depan kalian semua serta keberlanjutan bangsa dan negara ini ke arah yang lebih maju," tandas Bambang.

Selain memberikan ceramah wasbang, Kodim 0818 juga melatih para peserta Jambore Nasional Pandu I Hidayatullah dalam baris berbaris dalam upaya menanamkan sikap dan kedisiplinan yang baik. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top