Mobil Anti Galau Solusi Mengatasi Masalah Sosial akan Hadir di Kota Malang

Desain Mobil Anti Galau yang memberikan solusi pelayanan kepada masyarakat tentang permasalahan sosial. (Foto Kemensos RI for MalangTIMES)
Desain Mobil Anti Galau yang memberikan solusi pelayanan kepada masyarakat tentang permasalahan sosial. (Foto Kemensos RI for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Upaya dalam meningkatkan layanan konsultasi kesejahteraan sosial, memang salah satu visi pemerintah dalam membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, Kementerian Sosial menggencarkan informasi pelayanan sosial melalui Mobil Anti Galau.

Kepala Pusat (Kapus) Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial RI, Tati Nugrahati mengatakan pengadaan Mobil Anti Galau ini audah diluncurkan Mensos tahun 2016 di berbagai daerah di Indonesia.

"Tujuannya menyampaikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat terkait permasalahan sosial, seperti pencegahan narkoba, pornografi, seks bebas, dan persimpangan sosial lainnya yang tak tersampaikan kepada orang tua," kata Tati kepada MalangTIMES.

Mobil Annti Galau akan difokuskan pada kegiatan Carr Free Day pada hari Minggu di setiap daerah di Indonesia. Namun Mobil Anti Galau ini tidak semua daerah memilikinya. 

"Hanya beberapa daerah seperti di Bandung ,Surabaya dan Blitar dan kota lainnya. Untuk Kota Malang sendiri nantinya kami lakukan pengadaan Mobil Anti Galau menunggu proses lelang dan anggarannya," jelasnya.

Di Mobil Anti Galau itu nanti disiapkan konselor dari psikolog serta penyuluh sosial. Menurutnya, remaja tidak akan bercerita atau curhat permasalahan yang dihadapi kepada keluarga. Tapi mereka berkonsultasi pada teman sebayanya.

"Hal yang kita takuti yaitu temannya malah menjerumuskan remaja tersebut kekondisi yang lebih buruk,"

Oleh karenanya, penyediaan Mobil Anti Galau ini menjadi solusi mejemput bola yang dilakukan Kementerian Sosial terhadap remaja bermasalah melalui bantuan konselor atau psikolog tersebut.

Menurut dia, pada mobil anti galau yang ada di daerah lain menyebutkan aduan dari masyarakat didominasi seputar masalah narkoba. 

"Setiap pekan masyarakat yang berkonsultasi ke mobil galau di Car Free Day minimal 5 orang. Kebanyakan permasalahan tentang narkoba," paparnya.

Jika masyarakat menilai anaknya terindikasi zat adiktif, maka orang tua harus segera mengakses Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk direhabilitasi. Untuk lebih jelasnya warga juga bisa menghubungi call center 1-500-171.

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top